Sabtu, 15 Oktober 2011

misteri tentang danau toba

Dongeng Masa Kecil
Ketika masih kecil, kita sering didongengkan tentang kisah Samosir, seorang anak ikan. Dalam dongeng tersebut, dikisahkan bahwa ada seorang petani bernama Toba. Toba biasa bertani di ladang. Suatu sore, saat pulang dari ladang, Toba memancing. Tanpa sengaja, pancingannya berhasil menarik seekor ikan. Toba bersemangat sekali hendak memanggang ikan tersebut. Ketika sampai di rumah, ikan itu berubah menjadi seorang perempuan cantik. Toba jatuh cinta padanya. Sang perempuan mau dinikahi asal Toba tidak mengungkit masa lalunya. Akhirnya, mereka menikah. Dari pernikahan mereka, lahirlah seorang anak bernama Samosir.


Suatu hari, Samosir diminta ibunya membawakan makanan untuk Toba yang sedang berladang. Akan tetapi, bukannya mengantar makanan ke tempat sang ayah, Samosir justru memakan jatah sang ayah. Toba marah dan mengumpat, “dasar anak Ikan!” kepada Samosir. Tentu saja Samosir kecewa mendengar umpatan sang ayah. Samosir mengadu pada ibunya. Sang ibu yang menyadari Toba telah melanggar janji segera meminta Samosir pergi ke bukit. Sang Ibu kemudian kembali ke sungai. Ajaib, dalam sekejap, terjadi bencana alam yang hebat. Air sungai meluap; menyeret Toba; dan menjadi danau raksasa. Danau inilah yang disebut Danau Toba. Sementara itu, tempat Samosir menyelamatkan diri disebut Pulau Samosir.


Penyebab Zaman Es
Apa istimewanya cerita tersebut? Ternyata, cerita Danau Toba menyimpan misteri asal-usul sang Danau. Seperti yang kita ketahui, Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Yang sering tidak kita ketahui, danau sebesar Toba ternyata adalah danau vulkanik. Yang lebih mengejutkan, ternyata Danau Toba adalah penyebab terjadinya zaman es. Ledakan Danau Toba pada 74.000 tahun lalu membubung tinggi ke angkasa dan membuat bumi mengalami pendinginan luar biasa. Nah, apa kaitannya dengan cerita rakyat di atas?


Simbol Kehancuran
Kita bisa membandingkan bahwa sebenarnya Toba, Ikan, dan Samosir hanyalah simbol alam pada masa tersebut. Toba sang petani ladang adalah simbol daratan sepanjang danau Toba sebelum danau tersebut meletus. Sementara itu, Ikan yang menjadi perempuan adalah representasi sungai yang menjadi danau raksasa karena adanya ledakan. Samosir, sang anak, yang lahir dari pernikahan Toba yang berarti “daratan” dan Ikan yang berarti “sungai” menunjukkan terjadinya ledakan Danau Toba yang menyebabkan zaman es.
Yang menarik, dongeng tersebut membuktikan bahwa ada orang yang selamat dari ledakan super Danau Toba pada 74.000 tahun lalu. Orang tersebutlah yang merancang kisah terjadinya danau Toba dengan mengambil tokoh Pak Toba dan Anak Samosir. Pertanyaan yang mencuat berikutnya, bagaimana mungkin ada orang selamat dari peristiwa mengerikan ledakan Danau Toba tersebut? Sampai sekarang, pertanyaan tersebut belum terjawab. Akan tetapi, barangkali saat ini kita mulai bisa membayangkan jika Danau Toba, danau terbesar di Indonesia itu, kembali “meledak” seperti dahulu kala. Adakah sisa-sisa generasi sekarang yang mengisahkan Pak Toba dan Anak Samosir yang baru?

0 komentar:

Poskan Komentar