Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2015

Ceritaku: Lomba Mengangkat Kaki Gajah

|0 komentar
CERITAKU: Gajah memang dianggap sebagai hewan terbesar di dunia, punya kaki besar, telinga besar, dan belalainya yang besar juga. Tak ada orang yang mungkin sanggup untuk mengangkat seluruh tubuh gajah meskipun itu hanya bagian kaki saja.

Dahulu kala ada seorang raja yang suka mengumpulkan prajurit-prajurit yang kuat dan hebat. Tak heran raja itu selalu menang di setiap pertempuran. Hingga suatu saat sang raja membutuhkan satu prajurit yang hebat yang nantinya akan dijadikan Jenderal pasukannya.

Sang raja kebingungan bagaimana cara mencari prajurit yang bisa dijadikannya seorang Jenderal. Calon Jenderal haruslah orang yang kuat, cerdas dan berpengalaman dalam perang. Akhirnya sang raja mempunyai ide untuk mencari Jenderal yang ia butuhkan, yaitu dengan mengadakan sebuah lomba.

gajah
ilustrasi gajah (credit: wikimedia.org)

Lomba itu adalah lomba mengangkat kaki gajah. Sang raja menyuruh kepada prajurit-prajuritnya untuk menyampaikan berita perlombaan ini disetiap sudut wilayah pekerjaan. Ternyata berita lomba itu disambut baik oleh kalangan orang-orang yang kuat, berotot, bertubuh tinggi dan berpengalaman dalam perang.

Tapi ada seorang pria bertubuh kecil, tak berotot, ataupun bertubuh tinggi tapi cukup berpengalaman dalam perang. Ia melihat berita lomba yang disampikan oleh para prajurit raja, ia berniat mengikuti lomba tersebut tapi ia sadar ia tak akan bisa mengangkat satu kaki gajah yang besar dengan tubuh kecilnya itu. Tapi ia tetap memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut.

Keesokan harinya, seluruh peserta sudah hadir di lapangan tempat diselenggarakannya lomba tersebut. Semua peserta yang hadir kala itu adalah seorang yang benar-benar kuat, bertubuh tinggi dan besar, kecuali pria kecil tadi.

Seluruh peserta dan penonton yang ada di sana mentertawakan dan memperolok pria kecil itu. Tapi tekadnya tetap kuat untuk mengikuti lomba. Sang raja pun mempersilahkan pria kecil itu untuk mengikuti lomba dan langsung memulai lomba tersebut.

Di lapangan itu sudah ada seekor gajah terbesar, gajah itu terkenal karena kepintarannya dan sedikit mengerti bahasa manusia. Satu per satu peserta maju dan tak ada yang bisa mengangkat kaki gajah itu. Sang raja tak begitu yakin akan menemukan calon Jenderalnya.

Hingga tiba giliran pria kecil itu, ia merasa pede dan maju kelapangan dengan penuh keyakinan. Saat di dekat kaki gajah, pria kecil itu langsung memegang kaki gajah dengan satu tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya bukan memegang kaki melainkan memegang kemaluan gajah.

Pria kecil itu tak segan langsung menekan keras kemaluan gajah tersebut dengan tangan kanannya. Gajah itu sangat kaget dan secara otomatis mengangkat kakinya itu. Pria kecil itu pun berhasil mengangkat kaki gajah tersebut. Para penonton dan peserta lainnya juga tak menyangka pria dengan tubuh kecilnya itu bisa mengangkat kaki gajah hanya dengan satu tangan.

Sang raja takjub akan kemampuan pria kecil itu, ia pun memutuskan untuk memberikan tantangan lain kepadanya, agar meyakinkan dirinya bahwa pria itu pantas jadi Jenderal. Tantangannya yaitu menggelengkan kepala gajah.

Pria itu menerima tantangan itu dengan penuh keyakinan. Ia pun langsung naik ke atas pundak gajah tersebut. Sambil memegang dua telinga gajah yang besar, ia membisikan sesuatu kepada gajah tersebut. "Hey gajah apakah kamu mau, kemaluan kamu aku pijat lagi?" kata pria itu. Gajah itu pun enggan kalau kemaluannya dipijat lagi, dan langsung menggelengkan kepala besarnya itu.

Raja, peserta dan seluruh penonton dibuat takjub lagi oleh pria itu yang berhasil menggelengkan kepala besarnya itu. Akhirnya pria kecil itulah yang memenangkan lomba tersebut dan berhak menjadi seorang Jenderal.

"Tak peduli seberapa kecilnya tubuh atau kemampuan seseorang. Tapi jika seseorang itu memiliki kecerdasan, seorang raja pun bisa tunduk kepadanya" (Wow Menariknya).

Rabu, 22 April 2015

Cerita Sedih: Cinta 24 Jam

|0 komentar
CERITAKU: Rasa cinta yang begitu dalam terkadang bisa membuat seseorang begitu sulit menerima kepergian seseorang yang dicintai. Tiada hari tanpa suaranya bahkan hanya untuk 24 jam.

Ini mengisahkan tentang seorang pria yang begitu mencintai pacarnya. Ketika bangun dia tak lupa untuk menelepon pacarnya, ketika makan dia juga tak lupa mengingatkan pacarnya. Seolah pria itu tak bisa lepas dari wanita yang dicintainya itu.

Hingga suatu saat pacarnya sadar bahwa jika pria itu hidup terus seperti itu, dia akan lupa dengan yang ada di sekitarnya. Untuk membuat pria itu tak terlalu mengkhawatirkannya, akhirnya ia memutuskan untuk memberikan pria itu sebuah tantangan.

Tantangan yang diberikan wanita kepada pria itu yaitu jangan pernah menghubunginya atau menemuinya selama 24 jam. Si pria kebingungan dengan tantangan yang diberikan pacarnya itu, tapi karena terlanjur cinta, pria itu tak bisa menolak tantangan itu dan menerimanya.

Ketika tantangan sedang berlangsung, pria itu merasa ada hal yang kurang. Biasanya setiap harinya ia selalu bertemu atau saling mengobrol bersama pacarnya, tapi kali ini ia tak bisa. Dia mau menelepon tapi tak bisa, karena jika gagal dalam tantangan, cinta pria itu akan diragukan.

Sehari pun terasa lama bagi pria itu, setiap detik pria itu selalu ingat pacarnya. Tak ada aktivitas yang bisa ia lakukan selain bersama pacarnya. Untuk menghilangkan rasa bosannya ia pun main ke rumah temannya.

Selama di rumah temannya itu, ia menceritakan kepada temannya tentangan tantangan yang diberikan pacarnya itu. Setelah mendengar cerita pria itu, temannya menyarankan kepadanya bahwa hidup itu tak harus selalu bersama orang yang paling kamu sayang, ada saatnya kamu harus menghabiskan banyak waktu bersama teman atau keluargamu.

Pria itu kemudian sadar bahwa ia terlalu banyak menghabiskan waktu bersama pacarnya, dan jarang menghabiskan waktu bersama teman atau keluarganya. Sejak itu ia tahu tujuan tantangan ini dan berjanji tak akan terlalu bergantung sama pacarnya.

Waktu tantangan 24 jam itu hampir habis, kemudian pria itu tak sabar ingin bertemu pacarnya dan mengatakan sebenarnya dari tujuan tantangan ini. Pria itu sangat bahagia karena bisa menyelesaikan tantangan itu.

Sesampai di rumah pacarnya, ia melihat banyak orang berdatangan ke rumah pacarnya itu. Dia pun langsung masuk ke dalam rumah, tapi? Dia melihat tubuh pacarnya terbaring kaku tak berdaya dengan sehelai kapan melilit kepalanya.

Pria itu tak kuasa menahan tangis akan apa yang ia lihat. Air mata pria itu terus berlinang dan mengaliri wajah pacarnya. "Jadi ini alasan kamu memberikan tantangan itu," kata pria itu sambil menangis.

Tak lama, ibu wanita itu mengahampiri pria itu dan memberikan sepucuk surat penitipan putrinya. Dalam surat itu berisikan tulisan terakhir wanita itu untuk kekasihnya.

"Jika kamu sudah melihat surat ini, berarti kamu berhasil menyelesaikan tantangan yang aku berikan dan aku percaya kamu bisa melakukan seterusnya tanpa aku. Mungkin ini adalah tulisan terakhirku, tapi aku tetap mencintaimu, selamat tinggal my love!" begitulah isi surat terakhir pacar pria itu.

Surat itu ditulis olehnya ketika dia sedang sakit keras karena kanker yang ia derita sekian lamanya. Dia tetap bertahan karena ada seorang yang benar-benar tulus mencintainya. Tapi tubuhnya sudah tak mampu lagi membendung kanker ganas yang terus mengerogotinya dan ia sadar ajalnya sudah tak lama lagi.

Selasa, 14 April 2015

Cerita Inspirasi: Racun dalam Pikiran

|0 komentar
CERITAKU: Di suatu negeri di China hiduplah seorang wanita yang akan menikahi seorang pria. Sebelum menikah si wanita itu minta izin kepada orang tua si pria. Orang tua dari kedua belah pihak pun merestui pernikahan mereka. Hingga akhirnya mereka disahkan menjadi pasangan suami istri.

Kemudian si wanita itu tinggal bersama suaminya di rumah mertuanya. Dan disinilah, si wanita merasa tidak nyaman karena merasa diperbudak oleh si mertua. Begitupun sang mertua menganggap sang menantu sebagai gangguang dan tidak bisa diandalkan.

ilustrasi (www.discoverhongkong.com)
Lama-kelamaan si wanita merasa bosan dan sangat kesal kepada mertua karena selalu menyuruh, memarahi dan mengomelinya setiap hari. Bahkan dalam pikiran si wanita itu terlintas untuk membunuh mertuanya. Tapi jika ia membunuh secara terang-terangan, suami yang ia cintai pasti akan menceraikannya. Lalu dia memikirkan sebuah rencana kotor untuk membunuh mertuanya tanpa diketahui siapapun.

Sebuah ide ia dapatkan yaitu dengan cara memberikan mertuanya itu racun. Kemudian ia mendatangi salah satu ahli pengobatan dan racun di suatu tempat. Di sana ia meminta sebuah racun yang mematikan agar mertuanya bisa terbunuh tanpa ada kecurigaan.

Sang ahli racun bertanya, "Mengapa Anda ingin sekali membunuh mertua sendiri?" Si wanita langsung menceritakan apa yang terjadi dan mengapa dia ingin sekali membunuh mertuanya.

"Oh jadi begitu yah, baiklah kalau begitu, saya akan memberikan racun paling mematikan, racun ini bisa membunuh mertua Anda dalam waktu 3 bulan," jawab sang ahli racun.
"3 bulan, apa tidak terlalu lama," jawab si wanita.
"Kan Anda bilang, Anda ingin membunuh mertua Anda tanpa ada yang mencurigai. Oleh karena itu, selama 3 bulan Anda harus memberikan kasih sayang kepada mertua Anda agar ketika dia meninggal tidak ada yang curiga," jawab sang ahli racun.

Si wanita itu menyetujui saran sang ahli, dan langsung memberikan racun yang ia bawa kepada mertuanya lewat makanan. Setelah itu, si wanita memberikan kasih sayang kepada mertuanya dan bersikap lembut. Sang mertua merasa heran kenapa ia jadi berubah, ia pun tersentuh dan tidak mengomeli lagi menantunya itu.

Waktu berlalu, kasih sayang sang menantu yang semulanya sandiwara berubah menjadi ketulusan. Sekarang dia merasa bahagia dan nyaman berada di samping mertuanya. Karena sang mertua pun ikut membalas kasih sayang yang diberikan menantunya itu.

Tiga bulan hampir habis, si wanita ingat racun itu akan membunuh mertuanya yang sekarang ia sayangi. Dan menyesal telah melakukan hal kotor itu. Kemudian ia mengunjungi sang ahli racun itu, dan meminta agar diberikan penawar racun mematikan itu.

"Kenapa Anda kembali meminta penawar racun itu?" tanya sang ahli.
"Saya sadar, saya salah, kini kasih sayang yang awalnya hanya pura-pura kini menjadi tulus. Dan saya mulai mencintai mertua saya dengan sepenuh hati. Saya tidak ingin kehilangan orang yang saya cintai karena ulah saya. Oleh karena itu saya mohon minta penawar racun tersebut," jawab si wanita sambil menangis.

Sang ahli hanya membalas dengan senyuman. Si wanita heran kenapa ia tersenyum.

"Tenang, ramuan yang saya berikan itu bukanlah racun yang mematikan. Melainkan sebuah obat herbal yang bisa menyehatkan tubuh," jawab sang ahli.

Si wanita sangt kebingungan, bahwa racun yang ia gunakan untuk membunuh mertuanya ternyata adalah obat sehat.

"Kenapa Anda membohongi saya dengan mengatakan itu adalah racun mematikan?" tanya si wanita.
"Waktu itu, Anda hanya menuruti pikiran Anda yang sudah diracuni oleh sikap Anda sendiri. Anda tidak pernah berpikir bahwa kasih sayang yang tulus bisa merubah itu semua. Oleh karena itu, saya membohongi Anda agar niat buruk Anda berubah jadi kasih sayang yang tulus," jawab sang ahli

Mendengar perkataan sang ahli, dia langsung menangis bahagia dan bersyukur racun dalam pikirannya kini sudah berubah jadi kasih sayang yang tulus. Dia sadar satu-satunya racun mematikan itu adalah racun dalam pikirannya sendiri. Setelah itu pasangan suami istri dan mertuanya itu hidup bahagia dan harmonis.