Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Miliarder Ini Mendedikasikan Hidupnya Untuk Menyelamatkan Gorila

|0 komentar

Damian Aspinall adalah seorang miliarder yang sangat mencintai lingkungan dan hewan terutama gorila. Pemilik kasino itu sudah mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan gorila dengan cara meningkatkan populasi mereka dan kemudian melepasnya ke alam liar.

Dulunya, Aspinal terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah, seperti suka berpesta atau berkencan dengan model-model yang cantik. Namun kini, ia mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan gorila dengan cara mendirikan Aspinall Foundation.

Usaha yang ia buat itu bertujuan untuk menampung gorila-gorila dan mengembangbiakan mereka sebelum dilepaskan ke alam bebas setelah gorila-gorila tersebut dewasa. Kini Aspinall Foundation yang ia dirikan telah mengumpulkan lebih dari 60 gorila di Inggris.

Aspinall sangat yakin bahwa hewan itu berhak mendapatkan kebahagian layaknya manusia. Oleh karena itu, dia mendedikasikan hidupnya dan hartanya untuk menyelamatkan hewan.

Kecintaannya terhadap hewan sudah dimulai Aspinall sejak ia kecil. Ayahnya, John adalah seorang penjaga kebun binatang. Jadi, Aspinall tumbuh di sekitar hewan-hewan peliharaan ayahnya.

"Ketika Anda melihat kucing atau anjing Anda dan mereka melihat ke dalam mata Anda, ada pemahaman dan cinta seperti mereka adalah anak-anaka Anda," ujar Aspinall, seperti dilansir Odditycentral.

"Anda bisa melihat rasa sakit mereka, Anda bisa melihat cinta mereka dan Anda secara naluriah memahami keinginan dan kebutuhan mereka," tambahnya.

Aspinall dibesarkan di Howletts, Kent, Inggris, di mana hewan peliharaan ayahnya berkeliaran di alam bebas. Menuturnya masa kecilnya itu merupakan hal yang paling luar biasa dan paling diberkati. Dia bahkan mengakui bahwa ia benar-benar merasa lebih dekat dengan hewan dibanding dengan manusia.

Satu-satunya kenangan awal dari kecintaannya terhadap gorila yaitu ketika Aspinal masih bayi dan berada di pangkuan gorila betina, layaknya seorang ibu. Dan bahkan ketika Aspinal pernah terjebak di pohon, gorila itu yang datang untuk menyelamatkannya.

Sejak ayahnya meninggal pada tahun 2000, Aspinall mengambil alih taman satwa liar milik ayahnya, namun sayang taman itu selalu mengalami kerugian yang sangat besar. Jadi, ia memutuskan untuk membanting stir menjadi pengusaha kasino dan akhirnya ia menjadi seorang miliarder kaya raya.

Namun kecintaanya terhadap hewan tidak pernah dilupakan Aspinall. Dia menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk menciptakan taman satwa liar. Kemudian ia memutuskan untuk memenuhi impian ayahnya untuk mengembangbiakan gorila dan melepasnya ke alam liar.

Proyek yang dikerjakan Aspinall mulai diketahui media pada tahun 2012 lalu, ketika ia memutuskan untuk kembali ke hutan di Afrika untuk mencari salah satu teman gorilanya. Dia berharap Kwibi, teman gorilanya, masih mengingat wajahnya setelah bertahun-tahun terpisah.


Mencari gorila itu di hutan yang sangat luas tentu bukan hal yang sangat mudah, ibarat mencari jarum di tumppukan jerami. Tapi setelah berhari-hari mencari teman gorilanya, akhirnya Aspinall dipertemukan kembali dengan Kwibi.

Dari situlah momen paling mengharukan terjadi. Ketika mata Kwibi menatap tajam mata Aspinall, hewan berbulu itu langsung berlari ke depan Aspinall untuk menyambut teman lamanya dan bahkan memeluk Aspinall.

"Itu adalah salah satu momen terbesar dalam hidup saya, dia memluk saya dan dia berbicara kepada saya sepanjang waktu" kata Aspinall.

"Dia tidak ingin aku pergi, dan itu benar-benar sulit untuk meninggalkannya."

Sabtu, 03 Oktober 2015

Ikan Bergigi Manusia Ditemukan di Sungai Rusia

|0 komentar
Ikan bergigi manusia yang ditemukan Aleks (foto: CEN/Metro)

Seorang nelayan bernama Angler Aleks Korobov, berhasil menangkap seekor ikan dengan mulut yang dipenuhi dengan gigi manusia di Sungai Dvina Utara di distrik Arkhangelsk Obsalt, Rusia.

Awalnya Aleks mengira ikan yang ia tangkap itu biasa-biasa saja seperti ikan pada umumnya. Namun ketika ia membuka mulut ikan tersebut, betapa kagetnya Aleks melihat gigi ikan itu seperti gigi manusia.

"Aku membuka insangnya yang bagus dan merah tapi aku melihat mulutnya tidak seperti ikan air tawar dan ketika aku membuka mulutnya aku hampir menjatuhkanya," ujar Aleks, seperti dilansir Metro.

Setelah mengetahui tentang gigi ikan tersebut, Aleks langsung bergegas ke bar untuk menunjukkan apa yang telah ia temukan kepada teman-temannya.

Aleks juga menghubungi Institut Perikanan dan Kelautan untuk melakukan otopsi pada ikan tersebut untuk mencoba mencari tahu bagaimana ikan itu bisa memiliki gigi seperti manusia.

Salah satu ahli bernama Gennady Dvorykankin mengatakan bahwa ikan itu berasal dari keluarga piranha, namun piranha itu bukan pemakan daging alis herbivora.

Kamis, 24 September 2015

Ternyata Kuda Juga Bisa Jadi 'Kanibal'

|0 komentar
(foto: Dr Sam Bank/Daily Mail)

Beberapa hewan karnivora seperti ular memang suka memakan sesama jenisnya atau lebih kita kenal dengan istilah kanibalisme. Ternyata kanibalisme juga bisa terjadi pada hewan herbivora seperti kuda. Gak percaya simak ceritanya berikut ini.

Dua pria asal Canberria terkejut ketika melihat dua ekor kuda liar memakan sesama jenisnya sendiri bulan lalu. Pada saat itu mereka berdua sedang melakukan perjalanan kemah ke Taman Nasional Kosciuszko, di New South Wales, Australia.

Dr Don Driscoll dan Dr Sam Bank awalnya hanya melihat seekor kuda yang sudah mati dengan lubang besar di bagian perut kuda tersebut saat dalam perjalanana ke atas bukit Dead Horse Gap. Mereka menduga bahwa sesuatu telah menggigit bagian perut kuda itu. namun tak jelas siapa pelakunya.

"Aku tidak tahu apa yang bisa melakukan hal itu," ujar Dr Driscoll, dari Universitas Nasional Australia, kepada Daily Mail Australia.

Pada keesokan harinya, dua pria yang sama-sama ahli ekologi itu kembali menuruni bukit dan menemukan siapa pelaku yang memakan bagian perut kuda yang sudah mati itu, yang tak lain adalah sesama jenisnya sendiri.

Tiga kuda kurus terlihat sedang berdiri di dekat bangkai kuda itu. Sementara itu dua ekor kuda terlihat sedang menggigit bagian dalam bangkai kuda tersebut.

Dalam sebuah situ web akademik, The Conversation, para ilmuan menulis, "Sejauh yang kami ketahui, perilaku seperti ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya."

Diduga kuda-kuda itu melakukan aksi memakan sesama jenisnya sendiri karena kelaparan. Menurut catatan, populasi kuda liar di wilayah tersebut mencapai 2.369 pada tahun 2003, 7679 pada 2009, dan 13.000 pada tahun 2012.

Senin, 21 September 2015

[VIDEO] Anak Anjing Menangis Seperti Bayi

|0 komentar
Screenshoot via YouTube

Ternyata seekor anak anjing kalau lagi kesal bisa mengeluarkan suara yang nyaris mirip seperti bayi manusia ketika menangis.

Dalam video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan seekor anak anjing hitam mengeluarkan suara layaknya bayi sedang menangis. Entah apa yang membuat anjing itu bertindak demikian. Penasar, lihat cuplikan videonya di bawah ini:


Senin, 14 September 2015

Macan Tutul Ini Suka Memangsa Manusia yang Mabuk

|0 komentar
Ilustrasi macan tutul/Leopard (foto: onekind.org)

Seekor macan tutul membuat resah penduduk di 50 desa terpencil di Didihat, Himalaya. Pasalnya macan tutul itu sudah merenggut banyak korban jiwa, dan kebanyakan dari korban tersebut merupakan orang yang suka mabuk.

Dikutip dari Mirror, Senin (15/9/2014), banyak warga menganggap bahwa macan tutul itu suka menyerang orang yang dalam keadaan mabuk saat dalam perjalanan pulang. Setidaknya sudah ada 13 korban tewas yang diduga dimakan macan tutul tersebut

Teror macan tutul itu sudah berlangsung dua setengah tahun terakhir. Setelah Departemen Kehutanan Uttarakhand menyatakan kucing besar itu sebagai pemakan manusia, warga langsung melancarkan usaha perburuan macan tutul tersebut. Namun sayang, hasilnya sangat nihil.

Macan tutul itu dikatakan mulai memangsa manusia pada bulan Januari 2012 lalu, setelah seorang pria berusia 46 tahun dari desa Simar diserangnya.

Pada tahun 2013, dikabarkan ada lima korban jiwa yang meninggal akibat serangan binatang buas itu. Dan sejauh di tahun ini sudah ada dua korban jiwa, yang terbaru adalah seorang pria berusia 44 tahun pada tanggal 1 Agustus kemarin.