Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Begini Gambaran Mengerikan di Bumi Setelah Perang Nuklir

|0 komentar
Ilustrasi ledakan nuklir (foto: photobucket.com)

Nasib buruk akan dialami bumi dan segala macam bentuk kehidupan di dalamnya kalau seandainya terjadi perang nuklir. Untuk pertama kalinya komputer berhasil memetakan keadaan mengerikan di bumi setelah perang nuklir.

Dilansir Daily Mail, Selasa (22/7/2014), seandainya terjadi perang nuklir dan setelah perang nuklir, bumi ini akan dilanda kelaparan, musim dingin yang panjang, dan lapisan ozon akan berkurang hingga 50 persen yang akan membuat populasi di bumi ini jadi berkurang drastis, menurut para peneliti.

Para peneliti dari Colorado mempelajari akibat dari perang nuklir dengan melihat hasil dari perang nuklir regional antara India dan Pakistan di mana masing-masing pihak meledakan 50 senjata dengan berat masing-masing sebesar 15 kiloton.

Mereka kemudian menggunakan model komputer untuk menguji dampak perang nuklir terhadap bumi dan lingkungannya, dan hasilnya menggambarkan hal-hal mengerikan akan terjadi setelah perang nuklir.

Hasil langsung dari 100 nuklir dengan ukuran yang sama seperti yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, maka jika diledakan akan melepaskan lima megaton karbon hitam ke atmosfer. Akibatnya sinar matahari akan terhalangi dan berakibat fatal bagi manusia.

Setelah itu akan terjadi hujan karbon hitam - cuaca yang sangat mematikan yang akan menghancurkan apa yang tersisa setelah perang nuklir. Dan setelah itu pula suhu di bumi akan mulai menurun.

Satu tahun setelah perang nuklir, suhu di bumi akan turun sebesar 1 derajat Celcius, sedangkan setelah lima tahun suhu di bumi akan semakin menurun menjadi 1,5 derajat C yang akan membuat suhu di bumi jadi sangat dingin.

Penurunan suhu akan membuat cuaca jadi sangat dingin dan akan menurunkan "salju pembunuh" yang akan memperlambat pertumbuhan tanaman selama 10 sampai 40 hari.

Selain penurunan suhu, para peneliti juga mengatakan bahwa lapisan ozon global akan hilang sebesar 20 persen sampai 50 persen, di mana kejadian seperti itu belum pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia.

Sementara itu, akibat dari hilangnya setengah lapisan ozon, hal itu akan meningkatkan sinar UV di beberapa lokasi sebanyak 80 persen. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa bumi akan dilanda kelaparan secara global karena produksi pangan yang menurun secara signifikan. Suhu bumi yang menurun drastis juga akan mengurangi jumlah curah hujan.

Lima tahun setelah perang nuklir, manusia akan melihat hujan sebesar 9 persen, sementara setelah 26 tahun curah hujan akan semakin berkurang menjadi 4,5 persen.

Akibat dari semua ini, para peneliti memperkirakan akan terjadi kehancuran yang berujung kematian bagi ratusan juta bahkan miliran jiwa.

Namun para peneliti tetap berharap negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Rusia akan membahasan pelucutan senjata nuklir yang sekarang diperkirakan ada 17.000 yang tersebar di seluruh dunia.

Jumat, 15 Mei 2015

10 Rudal Nuklir Paling Mematikan

|0 komentar


Kita semua tahu nuklir pertama diljatuhkan di kota Hiroshima dan nuklir kedua dijatuhkan di kota Nagasaki. Serangan nuklir itu menewaskan kurang lebih 240.000 orang dalam sekejap. Dari kejadian waktu itu, kita dapat menyimpulkan betapa bahayanya rudal nuklir itu bagi kehidupan di bumi ini.

Dari tahun 1945 sampai runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, dunia mengalami Perang Dingin. Selama waktu itu, AS dan Uni Soviet menciptakan ribuan nuklir yang berkisar dari yang terkecil sampai yang terbesar, Inter-Continental Ballistic Missiles (ICBM) dan Submarine Launched Ballistic Missiles (SLBM)

Perjanjian-perjanjian pun dikeluarkan untuk membatasi jumlah senjata yang dimiliki suatu negara. Namun, kenyataannya beberapa negara masih memiliki gudang besar yang berisikan senjata berbahaya. Hal ini tentu bisa menciptakan ketakutan akan perlombaan senjata baru.

Dari penjelasan di atas, perkembangan nuklir semakin pesat yang berarti daya ledak nuklir tersebut sangat dahsyat. Dilansir The Richest, berikut sepuluh rudal nuklir paling mematikan yang dimiliki oleh beberapa negara.

10. M51 - SLBM (Perancis)

(via globalmilitaryreview.blogspot.com/The Richest)

Di belakang AS dan Rusia, Perancis menyebarkan senjata nuklir terbesar ketiga di dunia. Selain bom nuklir dan rudal cruise, Perancis mengandalkan Submarine Launched Ballistic Missiles (SLBM) untuk memberikan penangkalan nuklir utamanya. M51 memiliki komponen-komponen yang paling modern.

Rudal M51 memiliki jangkauan sekitar 10.000 km dan dilaporkan mampu membawa 6 hingga 10 hulu ledak 100kt per rudal. Rudal Circular Error Probability (CEP) dilaporkan antara 150 dan 200 meter.

9. DF-31/31A - ICBM (China)

(via sinodefenceforum.com/The Richest)

Dong Feng 31 adalah seri silo berbasis ICBM yang digunakan China sejak tahun 2006. Model asli dari rudal ini mampu membawa hulu ledak sebesar 1 megaton dan memiliki jangkauan 8.000 km. CEP rudal ini dilaporkan sekitar 300 meter.

Sedangkan 31A ditingkatkan memiliki tiga 150kt hulu ledak dan nuklir itu mampu mendarat pada target lebih dari 11.000 km dengan CEP sekitar 150 meter.

8. RT-2UTTKh Topol-M - ICBM (Rusia)

(via sokol-a.deviantart.com/The Richest)

Dikenal sebagai SS-27 oleh Nato, Topol-M memasuki Rusia pada tahun 1997. Rudal ini dipersenjatai dengan hulu ledak 800kt tunggal tetapi dapat dilengkapi sampai 6 hulu ledak. Kecepatan tertinggi model rudal ini yaitu 7,3 km per detik dan CEP sekitar 200 m.

7. RS-24 Yars - ICBM (Rusia)

(via forte.jor.br/The Richest)

Rudal ini terkait dengan Topol-M, tetapi bisa membawa 150-300kt hulu ledak dan dilaporkan memiliki CEP sekitar 50m. Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Topo-M, Yars juga dapat mengubah arah ketika sedang dalam penerbangan.

6. LGM-30G Minuteman III - ICBM (AS)

(via nationalmuseum.af.mil/The Richest)

Ini adalah satu-satunya rudal nuklir yang berbasis ICBM yang dimiliki oleh AS. Pertama digunakan pada tahun 1970. Kecepatan rudal ini bisa mencapai 8 km per detik dan CEP di bawah 200 m. Meskipun sudah tua, tapi rudal ini tetap tangguh yang mampu membawa tiga hulu ledak.

5. RSM-56 Bulava - SLBM (Rusia)

(via  technologiamilitareaeronautica.blogspot.com/The Richest)

Dalam hal SLBM, Uni Soviet dan Rusia agak jauh di belakang AS dari segi kinerja dan kemampuan. Bulava saat ini dipersenjatai dengan enam 150kt hulu ledak, meskipun menurut laporan sebenarnya mampu membawa sampai 10 hulu ledak. Jangkauan rudal nuklir ini yaitu sekitar 8.000 km dan CEP yang relatif tinggi 300-350 m.

4. R29RMU2 Layner - SLBM (Rusia)

(via bila-tserkva.in.ua/The Richest)

SLBM terbaru milik Rusia, Layner mulai beroperasi pada tahun 2014. Rudal ini lebih efektif dibandingkan dengan rudal versi sebelumnya, R-29RMI Sineva. Layner memiliki jangkauan 11.000 km dan dapat mengangkut maksimal dua belas hulu ledak - kemungkinan 100kt untuk masing-masing hulu ledak.

3. UGM-133 Trident II - SLBM (AS/Inggris)

(via theguardian.com/The Richest)

Trident II merupakan SLBM  kekuatan kapal selam milik AS dan Inggris. Rudal ini mulai beroperasi pada tahun 1990 dan sekarang sudah diperbaharui dan ditingkatkan. Trident II mampu membawa 14 hulu ledak, namun beberapa keputusan membuat rudal ini hanya mampu membawa 4-5 455kt hulu ledak. Jangkauan rudal ini bervariasi yaitu 7.800-11.000 km serta CEP 120 m.

2. DF-5/5A - ICBM (China)

(via sinodefence.com/The Richest)
DF-5 mulai beroperasi pada tahun 1981 dan mampu mengirimkan pesan kepada musuh bahwa Cina tidak merencanakan serangan tetapi memastikan akan menghancurkan siapa saja yang berani menyerang rudal ini. Rudal ini mampu membawa hulu ledak dengan kekuatan 5mt dan jangkauan lebih dari 12.000 km. Selain itu DF-5 memiliki CEP sekitar 1 km yang berarti memiliki satu kemampuan untuk meratakan satu kota.

1. R-36M2 - ICBM (Uni Soviet/Rusia)

(via militaryrussia.ru/The Richest)

Pertama digunakan pada tahun 1974, R-36 telah mengalami beberapa perubahan yang pada satu waktu rudal ini dilaporkan mampu membawa hulu ledak dengan kekuatan 20-25mt. Perkembangan terakhir dari rudal R-36M2 memiliki 10 750kt hulu ledak dengan jangkauan sekitar 11.000 km. Kecepatan tertinggi rudal ini mencapai 8 km per detik dan CEP skeitar 200 m.