Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

legenda putri duyung

|0 komentar
legenda putri duyung
Legenda Duyung, Makhluk Setengah Manusia Setengah IkanSelama ribuan tahun duyung telah menjadi legenda. Dipercaya sebagai perwujudan makhluk setengah ikan setengah manusia.
Dari belahan bumi barat hingga timur, utara dan selatan. Kisah-kisah duyung mewarnai khazanah mitologi dan misteri dari lautan.
Berdasarkan legenda duyung adalah makhluk air yang setengah tubuhnya manusia dan setengah lagi ikan. Bagian pinggang ke atas biasanya berbentuk tubuh perempuan cantik dan pinggang ke bawah tertutup sisik seperti ekor ikan besar.


Cerita tentang putri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berkisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari ratu Assyria, Semiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, yang kemudian terbunuh olehnya. Karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak bisa mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separuh tubuhnya yang menjadi ikan.

Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa putri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai putri duyung di laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.
Dia hanya menanyakan satu hal bila ada pelaut melintas.

Dia selalu bertanya:
Ζει ο βασιλιάς Αλέξανδρος? (Zi o basiliás Aléxandros?)
(Apakah Alexander Agung masih hidup?).


Jika dia bertanya demikian, jawaban yang tepat adalah:
Ζει και βασιλεύει (Zi kē basileúi)
(Dia masih hidup dan masih memerintah).

Bila tidak menjawab seperti demikian, maka ia berangsur-angsur berubah menjadi Gorgon dan mencelakai pelaut yang sedang melintas.
Kisah mengenai putri duyung kini sudah universal, mendunia, dan bukan milik suatu daerah atau negara saja. Banyak orang dari berbagai negara menciptakan karakter putri duyung masa kini atau masa lalu sesuai dengan imajinasinya.

Beberapa makhluk legendaris yang karakternya mirip putri duyung juga ditemukan di beberapa negara, seperti: Mami Wata dari Afrika barat dan tengah; Russalki (Rusalka) dari Rusia dan Ukraina; Merrow dari Irlandia dan Skotlandia; Oceanid, Nereid, dan Naiad dari Yunani, ketiganya adalah Nymph air. Dalam dongeng dan cerita rakyat Eropa, ada makhluk yang wujudnya menyerupai putri duyung disebut Melusine, berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ikan dari pinggang ke bawah, dengan dua ekor yang bercabang atau kadang-kadang seperti ular. Menurut cerita rakyat Jepang, jika manusia memakan daging putri duyung, maka akan memperoleh keabadian. Dalam beberapa cerita rakyat di Eropa, puteri duyung dapat mengabulkan permohonan.

Mitologi kuno lain (Yunani dan Romawi) juga menyebut bahwa duyung adalah makhluk yang menyertai dewa-dewa laut semacam Poseidon, Neptune dan Triton.
Duyung-duyung ini umumnya berupa makhluk bertubuh perempuan dengan paras cantik jelita, berdada montok, bercahaya, namun dari pinggang ke bawahnya seperti ekor ikan.
Duyung pertama kali muncul dalam mitologi di Assyria (1000 SM). Atargatis, ibu dari ratu Assyria, Semiramis, adalah dewi yang mencintai seorang gembala namun kemudian ia membunuhnya karena cintanya ditolak.
Merasa malu ia melompat ke dalam danau dan berubah menjadi ikan.
Dalam transformasi menebus malu ia berubah menjadi duyung.

Lalu pada masa 500 SM, kisah duyung terdengar lagi dari seorang filsuf dari Ionia (wilayah Yunani) bernama Anaximander.
Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari satu spesies hewan air.
Teori ini kemudian disebut sebagai evolusi hewan air ke manusia. Pendapatnya ini di-anggap sebagai pembenaran bahwa duyung adalah hewan air yang sedang berevolusi menjadi manusia.
Begitu populernya duyung ini, sehingga tercantum dalam perkamen dan naskah-naskah tua.
Bahwa dalam catatan Alexander the Great, sang penguasa Macedonia, (356-323 SM) kisah duyung juga terselip di sana.


Saudara perempuan Alexander bernama Thessalonike disebutkan berubah menjadi duyung setelah kematiannya.Legenda dan kisah duyung ini tersebar ke mana-mana. Dikisahkan oleh para pelaut dan penjelajah samudera.
Umumnya duyung digambarkan sebagai perempuan cantik berekor ikan, berambut panjang, bersuara merdu, suka berjemur di karang dan tepi pantai.
Namun tak ada bukti pasti mengenai eksistensinya. Kecuali pertinggal dalam bentuk sketsa kuno dan tergambar di mata uang kaum Corinthian (Yunani).

Namun ada sebuah buku bertahun 1718 yang terbit di Amsterdam Belanda, yang mengupas soal kehidupan aneka satwa di Samudera Hindia.
Buku ini dilengkapi artikel deskripsi, aneka sketsa dan gambar. Dalam buku ini ada satu catatan detail soal duyung:“Ada monster berwujud wanita setengah ikan, tertangkap di perairan Amboyna (gugus kepulauan Maluku, Indonesia).

Berdasarkan pengukuran memiliki tubuh sepanjang 59 inci (147,5 cm), bentuknya mirip belut laut (moa). Makhluk ini hanya bertahan hidup selama 103 jam (4,5 hari) setelah ditangkap, dan mati di akuarium.
Selama pengurungan diberi makan ikan-ikan kecil dan hasil laut lainnya, namun ia tidak merespons makanan tersebut.”Agaknya duyung memang masih misteri.

Dipercaya ada, namun bukti yang terlihat sampai kini tak pernah pasti soal wujud duyung yang ada legenda. Para ahli bahkan menyimpulkan bahwa kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong, manatee dan sea cow (Sapi laut), yang disalahtafsir oleh pelaut masa lalu.Dongeng Duyung yang TersohorWalau sempat ditakuti oleh banyak pelaut, ternyata kisah soal duyung justru menarik pula bagi anak-anak.

Satu dongeng tentang duyung yang terkenal adalah buah karya pendongeng dunia Hans Christian Andersen.Karya Andersen yang berjudul “The Little Mermaid (1836)” menjadi satu dongeng paling populer soal duyung dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.


Bahkan kisah ini sudah difilmkan dalam versi kartun dengan judul yang sama oleh Walt Disne, namun dengan sedikit pengubahan di bagian akhirnya.Versi asli Andersen, mengadaptasi kisah yang menjadi patron tentang duyung yang selalu berakhir dengan kesengsaraan. Berkisah soal duyung yang terobsesi dengan kehidupan di darat dan tertarik pada seorang pangeran.
Untuk bisa berubah menjadi manusia ia harus rela kehilangan suaranya (bisu). Namun setelah menjadi manusia, sang pangeran tak membalas cintanya karena ia bisu. Akhirnya sang duyung tak bisa menikmati hidup dan berputus asa.


Untuk mengenang dongeng Hans Christian Andersen yang tersohor ini, patung Little Mermaid dibangun di pelabuhan di Copenhagen, Denmark. Patung itu menjadi icon kota pelabuhan itu.

legenda hantu-hantu dari filiphina

|0 komentar
8 ASWANG


aswang mungkin adalah Monster yang paling umum Filipina. Secara umum, mereka berbentuk manusia di siang hari dan kemudian pada gilirannya malam menjadi anjing, babi, kelelawar, kucing, ular ...
jenis hewan tergantung pada pengetahuan regional. Mereka masuk ke rumah duka dan mencuri mayat-mayat baru-baru. Mereka juga suka masuk rumah untuk minum darah manusia dan bisa membuat orang menjadi aswang dan membuat manusia untuk menggigit mereka kembali. aswang yang lapar sangat suka dengan janin manusia. bahkan banyak yang selalu menjaga atau berpatroli di depan rumah wanita hamil untuk melindunginya dari binatang liar yang berkeliaran (aswang yang menyamar)


7. KAPRE


Kapre adalah raksasa berbulu dengan mata yang bersinar dan suka membakar cerutu. Mereka biasanya dapat ditemukan sedang duduk di atas pohon menunggu malam tiba, untuk menakuti anak-anak nakal yang berada di luar rumahnya larut malam. Kapre adalah rakasa Filipina unik karena ia tidak mencuri janin, makan orang atau memotong mereka. Kapre hanya suka menakut-nakuti anak-anak ... dan menertawakan mereka karena takut. Beberapa cerita mengklaim mereka benar-benar makhluk yang sangat ramah yang dapat memberikan harapan jika Anda menemukan batu ajaib disekitarnya. jika kapre sedang di dekatnya maka pohon-pohon bergoyang ketika tidak ada angin atau Anda melihat asap samar-samar dari atas pohon, mungkin dari .. cerutu Kapre


6. DUWENDE


Duwende adalah makhluk seperti manusia kecil yang hidup di bawah tanah. Ada dua jenis Duwende: 1.duwende putih yang diduga jenis makhluk yang membawa keberuntungan tentang kebaikan, atau 2.Duwende hitam yang berarti bahwa duwende ingin bermain pada manusia. Mereka umumnya hanya berinteraksi dengan manusia ketika rumah mereka terganggu. Sebagai contoh, seorang petani baik yang merawat lahan-nya mungkin dihargai oleh duwende putih dengan kelimpahan yang lebih besar tanaman dari biasanya. Namun, seseorang yang menendang sebuah sarang semut dekat rumah seseorang, mungkin duwende Hitam akan menghukum dengan berbagai penyakit dari bibir sumbing sampai testis membengkak. Cara terbaik untuk menghindari Duwende adalah mengatakan 'tabi-tabi po' keras sebelum memasuki ruangan mereka.


5. TIYANAK


tiyanak ini mirip dengan sirene mitologi Yunani yang memikat mangsanya dengan suaranya. Seseorang mendengar bayi menangis dari jauh di dalam hutan dan kemudian mengikuti suara untuk menyelamatkan bayi. Beberapa cerita mengatakan orang yang mengembara tanpa tujuan dalam pencarian untuk mencari bayi dan akhirnya tersesat. cerita lain mengklaim bahwa orang yang menemukan bayi di tengah hutan, Ketika diangkat, si bayi kemudian Berubah menjadi rakasa besar dan bergigi tajam. Kemudian tiyanak memakan orang itu dan berubah kembali bayi untuk menunggu korban berikutnya.


4. SIGBIN


Menurut daerah dan dongeng. Sigbin itu terbentuk dari kambing yang tidak bertanduk, burung gagak reptile, atau sesuatu yang samar-samar yang mirip dengan chupacabra. Dimana sangat umum dengan semua gambaran bahwa kepalanya menggantung diantara kaki depannya yang lebih pendek dibandingkan dengan kaki belakangnya. Dimana di karenakan fisiologi atau karena untuk membuat sigbin terlihat menakutkan, ia juga terkenal dengan cara berjalan mundur seperti kepiting. Sigbin juga mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk yang memancarkan bau busuk dan dua kaki seperti belalang di lehernya yang dapat membuatnya meloncat dengan jarak yang jauh. Mereka keluar pada malam hari untuk mencari anak-anak untuk dilahap tetapi mereka menyimpan hati anak-anak tersebut untuk dijadikan jimat.

Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu. Bagaimanapun, walau jauh, pada tahun 2005 seorang ilmuan dari Borneo (kalimantan) menemukan seekor “karnivora yang mirip dengan kucing dan rubah ” dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan yang memperlihatkan gaya berjalan yang aneh dan penampilan fisik yang cocok dengan beberapa penjelasan dari sigbin (contoh: ekor yang panjang, kaki depan yang pendek, dapat melompat dengan jarak yang jauh, karnivora). Belum ada bukti yang nyata yang menyatakan hubungan antara binatang tersebut.


3. TIKBALANG


tikbalang itu digambarkan memiliki kepala kuda, tubuh seorang manusia dan kuku seekor kuda yang tumbuh di tempat kaki manusia seharusnya. Di daerah utara, tikbalang dianggap gangguan tetapi umumnya tidak berbahaya. Mereka senang membuat wisatawan bingung dan membuat para wisatawan tersebut membayangkan hal-hal yang tidak nyata. Wisatawan dapat dengan mudah menghentikan olok-olok dengan membalikan kemeja mereka dari dalam ke luar dan meminta tikbalang untuk berhenti mengganggu mereka.

Kisah tikbalang dari daerah selatan yang menggambarkan makhluk tersebut seperti raksasa yang jahat. Dia memiliki mata merah menyala, sebuah cerutu besar dan bau bau rambut terbakar. Ketika marah (dan dia mudah marah), tikbalang akan menginjakmu sampai mati. Untuk menjinakkan binatang itu, seseorang harus mencabut salah satu dari tiga rambut yang sangat panjang ditemukan surainya. Setelah itu, tikbalang akan menjadi budak Anda. Cerita Rakyat menyatakan bahwa ketika matahari bersinar melalui awan ketika sedang hujan, sepasang Tikbalang akan menikah.


2. KUMAKATOK


Di tengah malam, akan terdengar ketukan di pintu dan di luar tiga tokoh berkerudung, salah seorang wanita muda yang cantik dan dua orang laki-laki yang lebih tua. Tidak ada cerita tentang bagaimana kelompok tersebut dibentuk atau di mana mereka berasal tapi cerita tentang mereka telah muncul secara tiba-tiba di seluruh Filipina. Legenda mengatakan bahwa kunjungan dari mereka merupakan pertanda bahwa seseorang di dalam keluarga akan segera mati. Tidak ada gambar-gambar atau jimat yang digantung yang dapat menjauhkan mereka. Membiarkan pintu tidak terjawab juga tidak membantu. Mereka tetap mengetuk dan pergi dan kemudian seseorang tetap akan mati segera setelahnya.


1. MANANANGGAL


The Manananggal kadang-kadang dianggap sebagai keturunan khusus dari aswang. Mereka kadang-kadang disebut sebagai 'Tik-tik' karena suara yang dibuatnya pada saat terbang. Untuk membingungkan korban nya, bunyi tik-tik menjadi redup saat ia mendekat. Makhluk-makhluk ini umumnya berbentuk wanita cantik dengan sayap kelalawar yang berbulu dan kasar. Bagian bawah tubuhnya tetap berada di tanah sedangkan bagian atasnya dilepaskan saat dia terbang untuk mencari makanan. manananggal ini memiliki selera meminum darah manusia dan sangat membutuhkan hati janin manusia dan diambil dengan lidahnya yang panjang, seperti belalai.

Seperti vampir budaya Barat, para manananggals benci bawang putih dan garam, dengan cara menggantung bawang putih atau menempatkan semangkuk garam di dekat jendela adalah cara terbaik untuk menjauhkan mereka. Untuk membunuh manananggal, seseorang harus menemukan tubuh bagian bawah dan menaburkan garam atau abu pada luka terbuka. Yang mencegah kedua bagian tersambung dan berubah kembali ke bentuk manusia saat istirahat siang hari.

legenda hantu-hantu dari filiphina

|0 komentar
8 ASWANG


aswang mungkin adalah Monster yang paling umum Filipina. Secara umum, mereka berbentuk manusia di siang hari dan kemudian pada gilirannya malam menjadi anjing, babi, kelelawar, kucing, ular ...
jenis hewan tergantung pada pengetahuan regional. Mereka masuk ke rumah duka dan mencuri mayat-mayat baru-baru. Mereka juga suka masuk rumah untuk minum darah manusia dan bisa membuat orang menjadi aswang dan membuat manusia untuk menggigit mereka kembali. aswang yang lapar sangat suka dengan janin manusia. bahkan banyak yang selalu menjaga atau berpatroli di depan rumah wanita hamil untuk melindunginya dari binatang liar yang berkeliaran (aswang yang menyamar)


7. KAPRE


Kapre adalah raksasa berbulu dengan mata yang bersinar dan suka membakar cerutu. Mereka biasanya dapat ditemukan sedang duduk di atas pohon menunggu malam tiba, untuk menakuti anak-anak nakal yang berada di luar rumahnya larut malam. Kapre adalah rakasa Filipina unik karena ia tidak mencuri janin, makan orang atau memotong mereka. Kapre hanya suka menakut-nakuti anak-anak ... dan menertawakan mereka karena takut. Beberapa cerita mengklaim mereka benar-benar makhluk yang sangat ramah yang dapat memberikan harapan jika Anda menemukan batu ajaib disekitarnya. jika kapre sedang di dekatnya maka pohon-pohon bergoyang ketika tidak ada angin atau Anda melihat asap samar-samar dari atas pohon, mungkin dari .. cerutu Kapre


6. DUWENDE


Duwende adalah makhluk seperti manusia kecil yang hidup di bawah tanah. Ada dua jenis Duwende: 1.duwende putih yang diduga jenis makhluk yang membawa keberuntungan tentang kebaikan, atau 2.Duwende hitam yang berarti bahwa duwende ingin bermain pada manusia. Mereka umumnya hanya berinteraksi dengan manusia ketika rumah mereka terganggu. Sebagai contoh, seorang petani baik yang merawat lahan-nya mungkin dihargai oleh duwende putih dengan kelimpahan yang lebih besar tanaman dari biasanya. Namun, seseorang yang menendang sebuah sarang semut dekat rumah seseorang, mungkin duwende Hitam akan menghukum dengan berbagai penyakit dari bibir sumbing sampai testis membengkak. Cara terbaik untuk menghindari Duwende adalah mengatakan 'tabi-tabi po' keras sebelum memasuki ruangan mereka.


5. TIYANAK


tiyanak ini mirip dengan sirene mitologi Yunani yang memikat mangsanya dengan suaranya. Seseorang mendengar bayi menangis dari jauh di dalam hutan dan kemudian mengikuti suara untuk menyelamatkan bayi. Beberapa cerita mengatakan orang yang mengembara tanpa tujuan dalam pencarian untuk mencari bayi dan akhirnya tersesat. cerita lain mengklaim bahwa orang yang menemukan bayi di tengah hutan, Ketika diangkat, si bayi kemudian Berubah menjadi rakasa besar dan bergigi tajam. Kemudian tiyanak memakan orang itu dan berubah kembali bayi untuk menunggu korban berikutnya.


4. SIGBIN


Menurut daerah dan dongeng. Sigbin itu terbentuk dari kambing yang tidak bertanduk, burung gagak reptile, atau sesuatu yang samar-samar yang mirip dengan chupacabra. Dimana sangat umum dengan semua gambaran bahwa kepalanya menggantung diantara kaki depannya yang lebih pendek dibandingkan dengan kaki belakangnya. Dimana di karenakan fisiologi atau karena untuk membuat sigbin terlihat menakutkan, ia juga terkenal dengan cara berjalan mundur seperti kepiting. Sigbin juga mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk yang memancarkan bau busuk dan dua kaki seperti belalang di lehernya yang dapat membuatnya meloncat dengan jarak yang jauh. Mereka keluar pada malam hari untuk mencari anak-anak untuk dilahap tetapi mereka menyimpan hati anak-anak tersebut untuk dijadikan jimat.

Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu. Bagaimanapun, walau jauh, pada tahun 2005 seorang ilmuan dari Borneo (kalimantan) menemukan seekor “karnivora yang mirip dengan kucing dan rubah ” dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan yang memperlihatkan gaya berjalan yang aneh dan penampilan fisik yang cocok dengan beberapa penjelasan dari sigbin (contoh: ekor yang panjang, kaki depan yang pendek, dapat melompat dengan jarak yang jauh, karnivora). Belum ada bukti yang nyata yang menyatakan hubungan antara binatang tersebut.


3. TIKBALANG


tikbalang itu digambarkan memiliki kepala kuda, tubuh seorang manusia dan kuku seekor kuda yang tumbuh di tempat kaki manusia seharusnya. Di daerah utara, tikbalang dianggap gangguan tetapi umumnya tidak berbahaya. Mereka senang membuat wisatawan bingung dan membuat para wisatawan tersebut membayangkan hal-hal yang tidak nyata. Wisatawan dapat dengan mudah menghentikan olok-olok dengan membalikan kemeja mereka dari dalam ke luar dan meminta tikbalang untuk berhenti mengganggu mereka.

Kisah tikbalang dari daerah selatan yang menggambarkan makhluk tersebut seperti raksasa yang jahat. Dia memiliki mata merah menyala, sebuah cerutu besar dan bau bau rambut terbakar. Ketika marah (dan dia mudah marah), tikbalang akan menginjakmu sampai mati. Untuk menjinakkan binatang itu, seseorang harus mencabut salah satu dari tiga rambut yang sangat panjang ditemukan surainya. Setelah itu, tikbalang akan menjadi budak Anda. Cerita Rakyat menyatakan bahwa ketika matahari bersinar melalui awan ketika sedang hujan, sepasang Tikbalang akan menikah.


2. KUMAKATOK


Di tengah malam, akan terdengar ketukan di pintu dan di luar tiga tokoh berkerudung, salah seorang wanita muda yang cantik dan dua orang laki-laki yang lebih tua. Tidak ada cerita tentang bagaimana kelompok tersebut dibentuk atau di mana mereka berasal tapi cerita tentang mereka telah muncul secara tiba-tiba di seluruh Filipina. Legenda mengatakan bahwa kunjungan dari mereka merupakan pertanda bahwa seseorang di dalam keluarga akan segera mati. Tidak ada gambar-gambar atau jimat yang digantung yang dapat menjauhkan mereka. Membiarkan pintu tidak terjawab juga tidak membantu. Mereka tetap mengetuk dan pergi dan kemudian seseorang tetap akan mati segera setelahnya.


1. MANANANGGAL


The Manananggal kadang-kadang dianggap sebagai keturunan khusus dari aswang. Mereka kadang-kadang disebut sebagai 'Tik-tik' karena suara yang dibuatnya pada saat terbang. Untuk membingungkan korban nya, bunyi tik-tik menjadi redup saat ia mendekat. Makhluk-makhluk ini umumnya berbentuk wanita cantik dengan sayap kelalawar yang berbulu dan kasar. Bagian bawah tubuhnya tetap berada di tanah sedangkan bagian atasnya dilepaskan saat dia terbang untuk mencari makanan. manananggal ini memiliki selera meminum darah manusia dan sangat membutuhkan hati janin manusia dan diambil dengan lidahnya yang panjang, seperti belalai.

Seperti vampir budaya Barat, para manananggals benci bawang putih dan garam, dengan cara menggantung bawang putih atau menempatkan semangkuk garam di dekat jendela adalah cara terbaik untuk menjauhkan mereka. Untuk membunuh manananggal, seseorang harus menemukan tubuh bagian bawah dan menaburkan garam atau abu pada luka terbuka. Yang mencegah kedua bagian tersambung dan berubah kembali ke bentuk manusia saat istirahat siang hari.

Minggu, 02 Oktober 2011

Ramalan Tujuh Satrio Piningit Ronggowarsito

|0 komentar
Ramalan Tujuh Satrio Piningit Ronggowarsito

Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu.

Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NKRI pada setiap masanya (seperti yang tertulis di dalam Surat Terbuka kepada SBY), ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh sifat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita

Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewangi. Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma’rifat sebenar-benar ma’rifat). Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT, namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. Jadi sifat ini melambangkan orang berilmu yang amat sangat tawadhu’.

Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa, namun hidupnya kesandung kesampar, artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang setia. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Semua itu dihadapinya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakal.

Satrio Jinumput Sumelo Atur (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjalankan missi-Nya. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerah-Nya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut.

Satrio Lelono Topo Ngrame (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya.

Satrio Hamong Tuwuh (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memiliki tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. Dalam budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka tertentu sebagai perlambangnya.

Satrio Boyong Pambukaning Gapuro (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang diberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlambang diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). Dalam kaitan ini maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Tembayat.

Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu (www.bilogizma.blogspot.com)
melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas. Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pandhita atau alim ulama yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang aulia (waliyullah).

  1. 10 kota tertua di dunia
  2. 6 perairan paling rawan perompak didunia
  3. 10bangunan megah yang di bangun di dalam air
  4. siapakah penyumbang oksigen untuk bumi
  5. 8 penyakit yang susah di obati
  6. melihat taman deosai pakistan
  7. 10 hidung paling terkenal di dunia
  8. bukti pertarungan brutal zaman perunggu
  9. topeng kematian
  10. kolektor2 gila
  11. air terjun terindah di dunia
  12. fenomena alam yang luar biasa
  13. 11 pekerjaan paling aneh di dunia
  14. alasan mengapa pelangi melengkung
  15. 5 makanan penurun nafsu makan
  16. hantaman meteor ter gila dalam sejarah
  17. rumah sekaligus lapangan skateboard
  18. kereta tercepat didunia
  19. fenomena air terjun mengeluarkan darah
  20. 10 cuaca paling aneh di dunia
  21. top10 rumah termahal di dunia
  22. 10 penyakit yang memalukan
  23. sejarah gempa bumi abad 20 dan21
  24. kisah nyata peraih nobel yang ternyata gila
  25. kota hantu di suriah
  26. 10 kesalahpahaman tentang sains
  27. kendaraan unik tahun 70an
  28. 7 cara menghilangkan jerawat
  29. mengenal jenis jenis shotgun
  30. daftar film indo dengan cerita plagiant
  31. 6 keuntungan tidur telanjang
  32. 10 pesawat militer paling mahal di dunia
  33. mafia-mafia paling ganas di dunia
  34. 10 monument paling mengagumkan di dunia
  35. blue ice fenomena
  36. 5 senjata kimia paling berbahaya
  37. efek negatif dari kurang tidur

legenda Mahabrata

|0 komentar
legenda Mahabrata

Mahabharata (Sansekerta: महाभारत) adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Pengaruh dalam budaya (www.bilogizma.blogspot.com)
Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita), Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu, mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci, teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa, terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di Asia, termasuk di Asia Tenggara.

Di Indonesia, salinan berbagai bagian dari Mahabharata, seperti Adiparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa dan mungkin juga beberapa parwa yang lain, diketahui telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad ke-10 Masehi. Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M) dari Kadiri. Karena sifatnya itu, bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra parwa.

Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu dalam bentuk kakimpoi, yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa Kuno. Salah satu yang terkenal ialah kakimpoi Arjunawiwaha (Arjunawiwāha, perkimpoian Arjuna) gubahan mpu Kanwa. Karya yang diduga ditulis antara 1028-1035 M ini (Zoetmulder, 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari kerajaan Medang Kamulan, menantu raja Dharmawangsa.

Karya sastra lain yang juga terkenal adalah kakimpoi Bharatayuddha, yang digubah oleh mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh mpu Panuluh (Panaluh). Kakimpoi ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabhaya (1135-1157 M), ditulis pada sekitar akhir masa pemerintahan raja Daha (Kediri) tersebut. Di luar itu, mpu Panuluh juga menulis kakimpoi Hariwangśa di masa Jayabaya, dan diperkirakan pula menggubah Gaţotkacāśraya di masa raja Kertajaya (1194-1222 M) dari Kediri.

Beberapa kakimpoi lain turunan Mahabharata yang juga penting untuk disebut, di antaranya adalah Kŗşņāyana (karya mpu Triguna) dan Bhomāntaka (pengarang tak dikenal) keduanya dari jaman kerajaan Kediri, dan Pārthayajña (mpu Tanakung) di akhir jaman Majapahit. Salinan naskah-naskah kuno yang tertulis dalam lembar-lembar daun lontar tersebut juga diketahui tersimpan di Bali.

Di samping itu, mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan inspirasi bagi berbagai bentuk budaya dan seni pengungkapan, terutama di Jawa dan Bali, mulai dari seni patung dan seni ukir (relief) pada candi-candi, seni tari, seni lukis hingga seni pertunjukan seperti wayang kulit dan wayang orang. Di dalam masa yang lebih belakangan, kitab Bharatayuddha telah disalin pula oleh pujangga kraton Surakarta Yasadipura ke dalam bahasa Jawa modern pada sekitar abad ke-18.

Dalam dunia sastera popular Indonesia, cerita Mahabharata juga disajikan melalui bentuk komik yang membuat cerita ini dikenal luas di kalangan awam. Salah satu yang terkenal adalah karya dari R.A. Kosasih.

Versi-versi Mahabharata (www.bilogizma.blogspot.com)
Di India ditemukan dua versi utama Mahabharata dalam bahasa Sansekerta yang agak berbeda satu sama lain. Kedua versi ini disebut dengan istilah "Versi Utara" dan "Versi Selatan". Biasanya versi utara dianggap lebih dekat dengan versi yang tertua.

Daftar kitab (www.bilogizma.blogspot.com)
Mahābhārata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga.

Adiparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti misalnya kisah pemutaran Mandaragiri, kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya, kisah para leluhur Pandawa dan Korawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa, kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi.

Sabhaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Sabhaparwa berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah balairung untuk main judi, atas rencana Duryodana. Karena usaha licik Sangkuni, permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian, Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun.

Wanaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Wanaparwa berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha.

Wirataparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Wirataparwa berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama, Bhima sebagai juru masak, Arjuna sebagai guru tari, Nakula sebagai penjinak kuda, Sahadewa sebagai pengembala, dan Dropadi sebagai penata rias.

Udyogaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Bhismaparwa merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang berlangsung. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad Gītā. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi.

Dronaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Dronaparwa menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Drona berusaha menangkap Yudistira, namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya, Aswatama. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca.

Karnaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Karnaparwa menceritakan kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma, Drona, dan sekutunya yang lain. Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Salya menjadi kusir kereta Karna, kemudian terjadi pertengkaran antara mereka. Akhirnya, Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17.

Salyaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Sauptikaparwa berisi kisah pembalasan dendam Aswatama kepada tentara Pandawa. Pada malam hari, ia bersama Kripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan membunuh banyak orang, kecuali para Pandawa. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Keesokan harinya ia disusul oleh Pandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu. Akhirnya Aswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa.

Striparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Striparwa berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya.

Santiparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Santiparwa berisi kisah pertikaian batin Yudistira karena telah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. Akhirnya ia diberi wejangan suci oleh Rsi Byasa dan Sri Kresna. Mereka menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran Hindu agar Yudistira dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Raja.

Anusasanaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Anusasanaparwa berisi kisah penyerahan diri Yudistira kepada Resi Bhisma untuk menerima ajarannya. Bhisma mengajarkan tentang ajaran Dharma, Artha, aturan tentang berbagai upacara, kewajiban seorang Raja, dan sebagainya. Akhirnya, Bhisma meninggalkan dunia dengan tenang.

Aswamedhikaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Aswamedhikaparwa berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Kitab tersebut juga menceritakan kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia, kisah kelahiran Parikesit yang semula tewas dalam kandungan karena senjata sakti Aswatama, namun dihidupkan kembali oleh Sri Kresna.

Asramawasikaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Asramawasikaparwa berisi kisah kepergian Drestarastra, Gandari, Kunti, Widura, dan Sanjaya ke tengah hutan, untuk meninggalkan dunia ramai. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. Akhirnya Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri.

Mosalaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Mosalaparwa menceritakan kemusnahan bangsa Wresni. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Atas nasihat Rsi Byasa, Pandawa dan Dropadi menempuh hidup “sanyasin” atau mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana.

Mahaprastanikaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Mahaprastanikaparwa menceritakan kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya, sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit, cucu Arjuna. Dalam pengembaraannya, Dropadi dan para Pandawa (kecuali Yudistira), meninggal dalam perjalanan.

Swargarohanaparwa (www.bilogizma.blogspot.com)
Kitab Swargarohanaparwa menceritakan kisah Yudistira yang mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia. Ia menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. Si anjing menampakkan wujudnya yang sebenanrnya, yaitu Dewa Dharma.

Ringkasan cerita
Latar belakang

Mahabharata merupakan kisah kilas balik yang dituturkan oleh Resi Wesampayana untuk Maharaja Janamejaya yang gagal mengadakan upacara korban ular. Sesuai dengan permohonan Janamejaya, kisah tersebut merupakan kisah raja-raja besar yang berada di garis keturunan Maharaja Yayati, Bharata, dan Kuru, yang tak lain merupakan kakek moyang Maharaja Janamejaya. Kemudian Kuru menurunkan raja-raja Hastinapura yang menjadi tokoh utama Mahabharata. Mereka adalah Santanu, Chitrāngada, Wicitrawirya, Dretarastra, Pandu, Yudistira, Parikesit dan Janamejaya.

Para Raja India Kuno (www.bilogizma.blogspot.com)
Mahabharata banyak memunculkan nama raja-raja besar pada zaman India Kuno seperti Bharata, Kuru, Parikesit (Parikshita), dan Janamejaya. Mahabharata merupakan kisah besar keturunan Bharata, dan Bharata adalah salah satu raja yang menurunkan tokoh-tokoh utama dalam Mahabharata.

Kisah Sang Bharata diawali dengan pertemuan Raja Duswanta dengan Sakuntala. Raja Duswanta adalah seorang raja besar dari Chandrawangsa keturunan Yayati, menikahi Sakuntala dari pertapaan Bagawan Kanwa, kemudian menurunkan Sang Bharata, raja legendaris. Sang Bharata lalu menaklukkan daratan India Kuno. Setelah ditaklukkan, wilayah kekuasaanya disebut Bharatawarsha yang berarti wilayah kekuasaan Maharaja Bharata (konon meliputi Asia Selatan)[2]. Sang Bharata menurunkan Sang Hasti, yang kemudian mendirikan sebuah pusat pemerintahan bernama Hastinapura. Sang Hasti menurunkan Para Raja Hastinapura. Dari keluarga tersebut, lahirlah Sang Kuru, yang menguasai dan menyucikan sebuah daerah luas yang disebut Kurukshetra (terletak di negara bagian Haryana, India Utara). Sang Kuru menurunkan Dinasti Kuru atau Wangsa Kaurawa. Dalam Dinasti tersebut, lahirlah Pratipa, yang menjadi ayah Prabu Santanu, leluhur Pandawa dan Korawa.

Kerabat Wangsa Kaurawa (Dinasti Kuru) adalah Wangsa Yadawa, karena kedua Wangsa tersebut berasal dari leluhur yang sama, yakni Maharaja Yayati, seorang kesatria dari Wangsa Chandra atau Dinasti Soma, keturunan Sang Pururawa. Dalam silsilah Wangsa Yadawa, lahirlah Prabu Basudewa, Raja di Kerajaan Surasena, yang kemudian berputera Sang Kresna, yang mendirikan Kerajaan Dwaraka. Sang Kresna dari Wangsa Yadawa bersaudara sepupu dengan Pandawa dan Korawa dari Wangsa Kaurawa.


Prabu Santanu dan keturunannya (www.bilogizma.blogspot.com)
Prabu Santanu adalah seorang raja mahsyur dari garis keturunan Sang Kuru, berasal dari Hastinapura. Ia menikah dengan Dewi Gangga yang dikutuk agar turun ke dunia, namun Dewi Gangga meninggalkannya karena Sang Prabu melanggar janji pernikahan. Hubungan Sang Prabu dengan Dewi Gangga sempat membuahkan anak yang diberi nama Dewabrata atau Bisma. Setelah ditinggal Dewi Gangga, akhirnya Prabu Santanu menjadi duda. Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan menikahi Dewi Satyawati, puteri nelayan. Dari hubungannya, Sang Prabu berputera Sang Citrānggada dan Wicitrawirya. Citrānggada wafat di usia muda dalam suatu pertempuran, kemudian ia digantikan oleh adiknya yaitu Wicitrawirya. Wicitrawirya juga wafat di usia muda dan belum sempat memiliki keturunan. Atas bantuan Resi Byasa, kedua istri Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika, melahirkan masing-masing seorang putera, nama mereka Pandu (dari Ambalika) dan Dretarastra (dari Ambika).

Dretarastra terlahir buta, maka tahta Hastinapura diserahkan kepada Pandu, adiknya. Pandu menikahi Kunti dan memiliki tiga orang putera bernama Yudistira, Bima, dan Arjuna. Kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madri, dan memiliki putera kembar bernama Nakula dan Sadewa. Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa. Dretarastra yang buta menikahi Gandari, dan memiliki seratus orang putera dan seorang puteri yang dikenal dengan istilah Korawa. Pandu dan Dretarastra memiliki saudara bungsu bernama Widura. Widura memiliki seorang anak bernama Sanjaya, yang memiliki mata batin agar mampu melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.
Keluarga Dretarastra, Pandu, dan Widura membangun jalan cerita Mahabharata.

Pandawa dan Korawa (www.bilogizma.blogspot.com)
Pandawa dan Korawa merupakan dua kelompok dengan sifat yang berbeda namun berasal dari leluhur yang sama, yakni Kuru dan Bharata. Korawa (khususnya Duryodana) bersifat licik dan selalu iri hati dengan kelebihan Pandawa, sedangkan Pandawa bersifat tenang dan selalu bersabar ketika ditindas oleh sepupu mereka. Ayah para Korawa, yaitu Dretarastra, sangat menyayangi putera-puteranya. Hal itu membuat ia sering dihasut oleh iparnya yaitu Sangkuni, beserta putera kesayangannya yaitu Duryodana, agar mau mengizinkannya melakukan rencana jahat menyingkirkan para Pandawa.

Pada suatu ketika, Duryodana mengundang Kunti dan para Pandawa untuk liburan. Di sana mereka menginap di sebuah rumah yang sudah disediakan oleh Duryodana. Pada malam hari, rumah itu dibakar. Namun para Pandawa diselamatkan oleh Bima sehingga mereka tidak terbakar hidup-hidup dalam rumah tersebut. Usai menyelamatkan diri, Pandawa dan Kunti masuk hutan. Di hutan tersebut Bima bertemu dengan rakshasa Hidimba dan membunuhnya, lalu menikahi adiknya, yaitu rakshasi Hidimbi. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Gatotkaca.

Setelah melewati hutan rimba, Pandawa melewati Kerajaan Panchala. Di sana tersiar kabar bahwa Raja Drupada menyelenggarakan sayembara memperebutkan Dewi Dropadi. Karna mengikuti sayembara tersebut, tetapi ditolak oleh Dropadi. Pandawa pun turut serta menghadiri sayembara itu, namun mereka berpakaian seperti kaum brahmana. Arjuna mewakili para Pandawa untuk memenangkan sayembara dan ia berhasil melakukannya. Setelah itu perkelahian terjadi karena para hadirin menggerutu sebab kaum brahmana tidak selayaknya mengikuti sayembara. Pandawa berkelahi kemudian meloloskan diri. sesampainya di rumah, mereka berkata kepada ibunya bahwa mereka datang membawa hasil meminta-minta. Ibu mereka pun menyuruh agar hasil tersebut dibagi rata untuk seluruh saudaranya. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat bahwa anak-anaknya tidak hanya membawa hasil meminta-minta, namun juga seorang wanita. Tak pelak lagi, Dropadi menikahi kelima Pandawa.


Permainan dadu (www.bilogizma.blogspot.com)
Agar tidak terjadi pertempuran sengit, Kerajaan Kuru dibagi dua untuk dibagi kepada Pandawa dan Korawa. Korawa memerintah Kerajaan Kuru induk (pusat) dengan ibukota Hastinapura, sementara Pandawa memerintah Kerajaan Kurujanggala dengan ibukota Indraprastha. Baik Hastinapura maupun Indraprastha memiliki istana megah, dan di sanalah Duryodana tercebur ke dalam kolam yang ia kira sebagai lantai, sehingga dirinya menjadi bahan ejekan bagi Dropadi. Hal tersebut membuatnya bertambah marah kepada para Pandawa.

Untuk merebut kekayaan dan kerajaan Yudistira secara perlahan namun pasti, Duryodana mengundang Yudistira untuk main dadu dengan taruhan harta dan kerajaan. Yudistira yang gemar main dadu tidka menolak undangan tersebut dan bersedia datang ke Hastinapura dengan harapan dapat merebut harta dan istana milik Duryodana. Pada saat permainan dadu, Duryodana diwakili oleh Sangkuni yang memiliki kesaktian untuk berbuat curang. Satu persatu kekayaan Yudistira jatuh ke tangan Duryodana, termasuk saudara dan istrinya sendiri. Dalam peristiwa tersebut, pakaian Dropadi berusaha ditarik oleh Dursasana karena sudah menjadi harta Duryodana sejak Yudistira kalah main dadu, namun usaha tersebut tidak berhasil berkat pertolongan gaib dari Sri Kresna. Karena istrinya dihina, Bima bersumpah akan membunuh Dursasana dan meminum darahnya kelak. Setelah mengucapkan sumpah tersebut, Dretarastra merasa bahwa malapetaka akan menimpa keturunannya, maka ia mengembalikan segala harta Yudistira yang dijadikan taruhan.

Duryodana yang merasa kecewa karena Dretarastra telah mengembalikan semua harta yang sebenarnya akan menjadi miliknya, menyelenggarakan permainan dadu untuk yang kedua kalinya. Kali ini, siapa yang kalah harus menyerahkan kerajaan dan mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun, setelah itu hidup dalam masa penyamaran selama setahun, dan setelah itu berhak kembali lagi ke kerajaannya. Untuk yang kedua kalinya, Yudistira mengikuti permainan tersebut dan sekali lagi ia kalah. Karena kekalahan tersebut, Pandawa terpaksa meninggalkan kerajaan mereka selama 12 tahun dan hidup dalam masa penyamaran selama setahun.

Setelah masa pengasingan habis dan sesuai dengan perjanjian yang sah, Pandawa berhak untuk mengambil alih kembali kerajaan yang dipimpin Duryodana. Namun Duryodana bersifat jahat. Ia tidak mau menyerahkan kerajaan kepada Pandawa, walau seluas ujung jarum pun. Hal itu membuat kesabaran Pandawa habis. Misi damai dilakukan oleh Sri Kresna, namun berkali-kali gagal. Akhirnya, pertempuran tidak dapat dielakkan lagi.


Pertempuran di Kurukshetra (www.bilogizma.blogspot.com)
Pandawa berusaha mencari sekutu dan ia mendapat bantuan pasukan dari Kerajaan Kekaya, Kerajaan Matsya, Kerajaan Pandya, Kerajaan Chola, Kerajaan Kerala, Kerajaan Magadha, Wangsa Yadawa, Kerajaan Dwaraka, dan masih banyak lagi. Selain itu para ksatria besar di Bharatawarsha seperti misalnya Drupada, Satyaki, Drestadyumna, Srikandi, Wirata, dan lain-lain ikut memihak Pandawa. Sementara itu Duryodana meminta Bisma untuk memimpin pasukan Korawa sekaligus mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Korawa dibantu oleh Resi Drona dan putranya Aswatama, kakak ipar para Korawa yaitu Jayadrata, serta guru Krepa, Kretawarma, Salya, Sudaksina, Burisrawas, Bahlika, Sangkuni, Karna, dan masih banyak lagi.

Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Dalam pertempuran itu, banyak ksatria yang gugur, seperti misalnya Abimanyu, Drona, Karna, Bisma, Gatotkaca, Irawan, Raja Wirata dan puteranya, Bhagadatta, Susharma, Sangkuni, dan masih banyak lagi. Selama 18 hari tersebut dipenuhi oleh pertumpahan darah dan pembantaian yang mengenaskan. Pada akhir hari kedelapan belas, hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran, mereka adalah: Lima Pandawa, Yuyutsu, Satyaki, Aswatama, Krepa dan Kretawarma.

Penerus Wangsa Kuru (www.bilogizma.blogspot.com)
Setelah perang berakhir, Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. Setelah memerintah selama beberapa lama, ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna, yaitu Parikesit. Kemudian, Yudistira bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Di sana mereka meninggal dan mencapai surga. Parikesit memerintah Kerajaan Kuru dengan adil dan bijaksana. Ia menikahi Madrawati dan memiliki putera bernama Janamejaya. Janamejaya menikahi Wapushtama (Bhamustiman) dan memiliki putera bernama Satanika. Satanika berputera Aswamedhadatta. Aswamedhadatta dan keturunannya kemudian memimpin Kerajaan Wangsa Kuru di Hastinapura.