Senin, 04 Juli 2011

algojo pancung dari arab

|0 komentar

Namanya Abdallah bin Said al-Bishi. Ia mewarisi profesi ayahnya sebagai algojo pancung bagi terpidana mati di Arab Saudi. Boleh dibilang ia merupakan algojo paling masyhur. Stasiun televisi dari Libanon, LBC TV, pernah menyiarkan wawancara khusus dengan Abdallah pada 4 November 2006.

Algojo seperti Abdallah inilah yang bertugas mencabut nyawa terpidana mati, termasuk Ruyati binti Satubi, yang dipancung Sabtu pekan lalu. Jumlahnya memang tidak diketahui pasti, setidaknya ada enam algojo yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Abdallah ditempatkan untuk Kota Mekkah.

Abdallah memulai tugas pertamanya pada 1991, sepekan setelah ayahnya, Said al-Bishi wafat. Umurnya waktu itu 32 tahun. Ia sempat terkejut setelah beberapa pejabat dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan surat pengangkatannya sebagai algojo. Hari pertama, ia langsung memancung tiga orang.

Dengan pedang bernama “Sultan” warisan ayahnya, ia mengaku gugup saat pertama memenggal kepala orang. Pedang Sultan berbentuk melengkung seperti bulan sabit dengan panjang setengah meter. “Tiap orang sedikit gugup saat memulai pekerjaan barunya dan takut gagal,” kata Abdallah. Hingga kini, ia mengaku telah memancung lebih dari 100 kepala.

Di masa kecil, Abdallah pernah menyaksikan ayahnya memenggal kepala seorang pembunuh di depan gerbang Raja Abdul Aziz. Ia datang bersama ayahnya karena ingin melihat organ pencernaan seperti yang ia pelajari di sekolah. "Namun, yang saya lihat kepala manusia melayang, dari lehernya ada pancaran darah seperti sumur dan kemudian jatuh. Cukup dan saya tak tahan lagi,” ujarnya. Malamnya, ia susah tidur dan sekali bermimpi buruk

Sesuai syariat Islam, Saudi menerapkan hukum pancung terhadap terpidana mati kasus pembunuhan. Eksekusi bisa batal jika keluarga korban memaafkan dan pelaku diharuskan membayar diyat (uang pengganti) yang ditetapkan oleh keluarga korban.

Menurut ahli psikologi dari Kementerian Dalam Negeri Saudi, Dr Turki al-Atyan, syariat Islam memerintahkan hukuman mati dilaksanakan dengan cara dipenggal, bukan digantung atau ditembak. Ia mengungkapkan Saudi pernah menerapkan hukuman mati dengan cara ditembak.

Untuk memuluskan tugasnya, Abdallah hanya memakai pedang produksi Jowhar karena terbuat dari besi keras yang tidak mudah patah dan memang khusus untuk memancung kepala. Jowhar adalah sebuah kota kecil di Somalia, sekitar 90 kilometer sebelah utara Ibu Kota Mogadishu.

Cara memenggal pun ada dua: horizontal dan vertikal. Masing-masing memerlukan pedang khusus. Ia menyebut “Qaridha” sebagai pedang spesialis pancung dengan cara vertikal.

Ayah tiga anak ini mengaku tidak merasa berbeda saat akan memancung lelaki atau perempuan. Bahkan, ia mengaku pernah memenggal kepala teman-temannya yang menjadi terpidana mati. “Perbedaannya, kadang pria (yang akan dipenggal) tidak bisa mengendalikan kegelisahannya sehingga bingung duduk atau berdiri,” ujar Abdallah.

Selain memenggal kepala, Abdallah juga melaksanakan hukuman potong tangan atau kaki. Bedanya, kalau pancung, korban tidak dibius sama sekali, sedangkan potong tangan dibius lokal.

Ia menegaskan syarat utama menjadi algojo penggal adalah tidak boleh merasa iba terhadap orang yang akan dipancung. “Jika saya merasa iba, ia akan menderita. Bila hati ini merasa kasihan, tangan bakal gagal,” katanya.

Boleh jadi, profesi sebagai algojo pancung seperti pekerjaan turun-temurun bagi keluarga Al-Bishi. Menurut Abdallah, putra sulungnya, Badr, sudah dilatih menjadi algojo dan akan diangkat untuk bertugas di Ibu Kota Riyadh.

kota terlarang bejing

|0 komentar

Berakar jauh di pusat kota Beijing, Kota Terlarang tanggal kembali ke era dimana dinasti Ming dan Quing memerintah selama berabad-abad, dan berfungsi sebagai pusat dari kedua agama dan politik. Dibangun antara 1406 dan 1420 Kota Terlarang arsitektur memuncak dengan campuran antara bakat klasik Cina dan Asia Timur, setelah terbukti dengan cukup berpengaruh untuk struktur kemudian baik lokal maupun nasional.

Dikelilingi oleh dinding 10 meter luar dan dikelilingi oleh parit yang dalam 6 meter, Kota Terlarang menawarkan lebih dari 980 gedung-gedung yang masih hidup dengan lebih dari 8.707 teluk kamar dan mencakup beberapa 720.000 meter persegi. Kota Terlarang kompleks dapat dibagi menjadi dua bagian, bagian selatan juga dikenal sebagai Mahkamah Luar dimana kekuasaan politik ditegakkan, dan bagian utara, juga dikenal sebagai Pengadilan Inner tempat tinggal keluarga kerajaan. Sekarang, lebih saat ini disebut sebagai Istana Kekaisaran, tidak sampai mengikuti pengusiran kaisar terakhir dari Dinasti Quing pada tahun 1924, apakah status perubahan Kota Terlarang. Sebelum ini hanya Royalti, politik pejabat, selir dan pelayan diizinkan masuk ke lingkungan yang terjaga keamanannya istana, tidak ada rakyat jelata diizinkan kecuali izin tersurat diberikan. Sekarang orang hari berkeliaran di kompleks rumit bebas menikmati desain yang indah mengingatkan kita pada dinasti Cina kuno.


Sebuah warna yang umum menampilkan seluruh desain berwarna kuning, warna Emporer. Beberapa aksen, dinding, halaman, dan atap merefleksikan tema ini. Pengunjung hari ini juga dapat menjelajahi Museum Istana yang merupakan tempat kumpulan berdasarkan dinasti Qing, terdiri dari keramik, lukisan, potongan giok, artefak istana dan ware perunggu.

film goal

|0 komentar
artikel ini adalah kelanjutan dari artikel film yang meng inspirasi hidup bagian kedua...
sobat dapat melihat artikelnya disini


goal


Film dimulai dengan menampilkan seorang anak meksiko yang bernama Santiago Muñez Bermain sepakbola. Pada malam yang sama, Keluarganya pindah ke perbatasan amerika serikat dengan tujuan masuk ke amerika serikat secara ilegal untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Ketika mobil US Customs and Border Protection muncul, Mereka semua berusaha melewati pagar. Pada waktu terjadi keributan, Santi menjatuhkan barang berharganya, tapi tidak mengambilnya kembali.

Sepuluh tahun kemudian, Santiago hidup di Barrio section of Los Angeles. dan sekarang bekerja dengan ayahnya sebagai tukang kebun. Pada malam hari, dia bekerja sebagai busboy pada sebuah restoran china, dimana dia gagal mencoba mendapatkan promosi sebagai pelayan. Dia juga bermain sepakbola di sebuah tim lokal yang bernama AJFC. Dia pergi bermain bola setelah bekerja bersama ayahnya. Dia menyimpan uangnya dan menyembunyikannya di sepatu miliknya setiap malam agar suatu hari dapat membeli perlengkapan sepakbola.

Hari berikutnya,ketika sedang bermain bola, Glen Foy , seorang mantan pemain Newcastle dan sekarang seorang mekanik mobil secara tidak sengaja melihatnya bermain bola dengan sangat mengagumkan. Glen memberitahu Santiago pada pertandingan selanjutnya, dia akan memanggil seorang agen pemain sepakbola yang sedang berada di amerika untuk mengatur pertemuan dengan manager Newcastle. Sang Agen, Barry Rankin, tidak peduli dan berbohong pada hari pertandingan selanjutnya dengan berkata bahwa dia sedang rapat. Santiago menjadi sangat kecewa. Lain waktu, Glen sendirilah yang menelepon boss Newcastle dan meyakinkannya untuk memberi Santiago percobaan. Glen kemudian memberitahu Santiago bahwa jika dia bisa pergi ke inggris, dia akan diizinkan untuk mencoba masuk ke Newcastle United. Santiago merasa tidak ada yang lebih penting dari pada bergabung dengan klub tersebut. Bagaimanapun, dia tidak mempunyai uang yang cukup,jadi dia terus berusaha keras mencari uang dan menyimpannya di sepatunya. Suatu sore dia pulang kerumah dan akhirnya menemukan bahwa ayahnya telah mencuri uang yang ia sembunyikan di sepatunya dan menggunakannya untuk membeli Truk Chevy baru, ayahnya bermaksud agar mereka dapat memiliki bisnis kebun milik sendiri. Ketika Santiago marah kepada ayahnya, ayahnya menjelaskan "Ini adalah cara agar semua berjalan lebih baik! Ini adalah bagaimana hidup seorang lelaki" kepada santiago. Santiago kemudian berteriak kepada ayahnya, "Ini adalah jalan hidupmu!" dan kemudian masuk ke kamarnyadia sangat kecewa bahwa ayahnya tidak pernah datang untuk melihat setiap pertandingan yang ia mainkan, tapi neneknya yang mendorong Santiago untuk mengikuti mimpinya memutuskan untuk menjual perhiasannya untuk membelikan tiket untuk santiago untuk pergi ke London.

Ketika ia sampai di Inggris, Glen menyambut Santi dengan hangat di rumahnya dan merencanakan masa percobaan. Santi benar benar gagal pada percobaan pertamanya dan langsung dikeluarkan oleh manager. Glen kemudian meyakinkan manager bahwa Santi mengalami jetlag , nerves dan tak terbiasa bermain dilapangan berlumpur. Glen meminta untuk 1 bulan percobaan dan dikabulkan oleh manager. Santi berhasil melewati tes medis dengan berbohong tentang sakit asmanya,dan bertemu dengan perawat Roz Harmison. Suatu malam, Santi dan temannya Jamie, pergi clubbing.. sebulan kemudian, dalam sebuah pertandingan untuk memperebutkan kursi cadangan, teman setim santi menghancurkan inhaler milik Santi. Karena itu, Dia bermain sangat buruk karena asmanya. manager tim cadangan memutuskan untuk mengeluarkan santi karena permainannya yang buruk.

Dalam perjalanannya ke bandara untuk pulang, Santi secara tak sengaja bertemu dengan Harris dalam taxi yang sama karena harris terlambat untuk berlatih karena ban mobilnya dicuri. Harris ingat pernah melihat Santi di klub menemukan apa yang sebenarnya terjadi pada pertandingan tim cadangan. Harris meyakinkan manager untuk memperpanjang masa percobaan Santi. setelah dirawat di klub, Santi bisa bermain lebih percaya diri dan agresif di pertandingan cadangan. Akhirnya dia dimasukkan ke dalam tim cadangan. Pertama dia masuk pada pertandingan Fulham ketika banyak pemain dari tim utama terluka. Dia mendapatkan kesempatan ketika pemain itu terluka dan memenangkan pinaltai . Sementara itu, ayahnya menonton pertandingan itu di TV dan senang karena anaknya bisa masuk ke tim yang bagus. Manager memberitahu Santi bahwa kelemahan terbesarnya adalah Santi tidak suka mengoper bola.. Santi kemudian ditransfer kembali ke tim cadangan. Santi berpikir bahwa dia tidak akan bisa bertahan lama di klub, kemudian ia pergi ke St. James' Park. Manager memberitahu Santi untuk pergi dan sehingga ia bisa merasakan ketika bermain di pertandingan final Newcastle lawan Liverpool. Teman satu tim Santi, Jamie, mengalami cedera ketika bertanding di pertandingan cadangan, kemudian akhirnya Santi menemukan bahwa Jamie tidak akan pernah bisa bermain sepakbola lagi mengakibatkan santi sangat berduka. DI Los Angeles, ketika menyelesaikan pekerjaannya sebahai tukan kebun bersama adik Santi, Ayahnya meninggal karena serangan jantung. Santi mengetahui hal ini sebelum pertandingan dan membuat dirinya menjadi Sangat Shock. Ketika dia menunggu di bandara untuk kembali ke Los Angeles, dia memutuskan untuk tidak pulang dan tetap di inggris untuk bermain di pertandingan final melawan Liverpool.

Dalam pertandingan melawan Liverpool, Newcastle memimpin pertama kali dengan gol oleh Harris. Sebelum Istirahat , Liverpool mencetak dua gol, satu dari Igor Bišćan dan dari Milan Baroš. Sebelum injury time, Santi membantu Harris mencetak gol dengan mengoper bola padanya dan memperbaiki kelemahan terbesarnya, dan skor menjadi 2-2. Bagaimanapun, Seri tidak akan cukup bagi Newcastle untuk mendapapat tempat di Liga Champions musim depan. Kemudian Newcastle mendapat tendangan bebas. Daripada menendang sendiri, Harris meminta Santi yang melakukannya. Santi, dengan harapan dan doa dari seluruh penghuni kota Newcastle bertumpuk pada bahunya, Dan kemudian Santi berhasil mencetak gol. Permainan berakhir 3–2 untuk Newcastle dan Glen berlari kebawah dan berdiri untuk memberikan Santi teleponnya karena nenek santi menelepon. Nenek santi sangat senang dan bangga dan memberi selamat kepada cucunya. Nenek Santi juga memberitahukan bahwa sebelum ayahnya mati, ia menonton Santiago di pertandingan melawan Fulham. Santiago berteriak kepada Glen bahwa ayahnya telah melihatnya bermain dan bangga kepada santi sebelum dia meninggal. Film berakhir ketika Santiago meneteskan air mata setelah berhasil mewujudkan mimpinya.

lihat trailernya disini


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

cast away

|0 komentar
artikel ini adalah kelanjutan dari artikel film yang meng inspirasi hidup bagian kedua...
sobat dapat melihat artikelnya disini


cast away


Kisah berawal dari Chuck Noland yang diperankan Tom Hanks adalah seorang eksekutif muda di perusahaan jasa raksasa Federal Express (FedEx). Meskipun gila kerja, Chuck tetap memiliki impian untuk hidup berkeluarga. Sebelum perjalanannya meninjau cabang FedEx di Malaysia, Chuck melamar tunangannya Kelly diperankan Helen Hunt. Sayang ia tidak berhasil kembali lagi ke New York untuk menunaikan janjinya menikahi Kelly. Pesawatnya mengalami kecelakaan, dan hanya ia sendiri yang selamat.

Chuck terdampar di sebuah pulau terpencil tanpa setitik harapan untuk dapat kembali lagi. Dengan kalender yang dibuatnya sendiri, Chuck dapat mengira-ngira berapa banyak waktu yang sudah berjalan. Setelah empat tahun terdampar, Chuck kini mahir menangkap ikan dengan kayu tajam, membuat api secara tradisional, dan terbiasa hidup dalam kesendirian. Tapi dengan menempuh resiko, Chuck berniat untuk kembali ke New York. Ia membuat sebuah rakit dari kayu dan dengan bantuan angin, rakit tersebut berayun dan membawanya kembali ke peradaban manusia yang sebenarnya dan hidup bahagia bersama Kelly. Namun semua rencananya teryata jauh dari kemungkinan.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

my name is khan

|1 komentar
artikel ini adalah kelanjutan dari artikel film yang meng inspirasi hidup bagian kedua...
sobat dapat melihat artikelnya disini


my name is khan


Film keempat garapan Karan Johar ini mengisahkan tentang Rizwan Khan (Shahrukh Khan) yang menderita Asperger’s syndrome. Dia tidak seperti orang-orang kebanyakan, karena sikapnya yang sedikit aneh seperti terus membungkuk, berjalan setengah melompat, tak menatap mata lawan bicaranya, bergumam menirukan suara-suara orang lain, takut pada tempat-tempat yang baru, warna kuning, dan kebisingan, dia juga tidak bisa mengekspresikan perasaannya, dan selalu menggenggam tiga butir kerikil. Meskipun demikian dia sangat jenius. Di scene awal film ini, tampak Rizwan sedang mengetik, mencari data-data tentang presiden Amerika, George W. Bush, melalui internet. Dia menjadawalkan perjalanannya sesuai perjalan George W. Bush. Namun saat di bandara San Francisco dia dicurigai sebagai teroris dan terlambat naik pesawat.


Dia menuliskan perasaan dan segala yang dialaminya pada buku catatan pemberian ibunya. Adanya flash back saat scene itu membuat penonton mengenal Rizwan Khan lebih dekat. Dia yang sejak kecil menderita syndrome seperti anak autis membuatnya dianiaya di sekolah. Ibunya yang diperankan oleh Zarina Wahab tidak putus asa dan memohon seseorang untuk menjadi gurunya. Rizwan menguasai bahasa Inggris dan dapat memperbaiki alat-alat yang rusak. Hal tersebut membuat ibunya semakin bangga dan mencurahkan seluruh perhatian padanya. Padahal Rizwan memiliki seorang adik bernama Zakir yang juga sangat pintar, tapi Zakir (Jimmy Shergill) kurang diperhatikan sehingga dia cemburu dan hubungannya dengan Rizwan menjadi kurang baik. Setelah mereka dewasa, adiknya memutuskan mengambil beasiswa ke Amerika sedangkan Rizwan tinggal bersama ibunya di Mumbai, India.


Terdapat scene saat Rizwan menguping percakapan orang-orang di depan rumahnya saat terjadi bentrok antara orang hindu dan muslim yang terjadi di Mumbai. Mereka mengucapkan kata-kata kasar dan Rizwan mengikutinya. Ibunya terkejut mendengar ucapan Rizwan yang terus berulang, lalu dia mengajarinya tentang perbedan yang ada di dunia bahwa tak ada bedanya orang hindu dan muslim, karena di dunia hanya ada dua macam orang yaitu orang baik dan orang jahat.

Perjalanan Rizwan berlanjut menggunakan bis dan flash back saat Ibunya meninggal dan dia ikut Zakir ke Amerika. Dia tinggal di San Francisco dan membantu pekerjaan Zakir dengan mempromosikan produk kecantikan. Rizwan mencoba semua produknya dan mengingat khasiat produknya. Kemudian dia mempromosikannya dengan sangat jujur.


Saat akan menyebrang jalan dia melihat banyak warna kuning di sekitarnya, membuatnya ketakutan dan hampir tertabrak kereta listrik. Semua orang kesal dan berteriak, membuat Rizwan semakin panic, tapi seseorang menyuruh mereka semua tenang dan meninggalkannya. Disitulah awal pertemuannya dengan Mandira (Kajol), seorang janda muda yang memiliki seorang anak bernama Sameer (Yuvaan Makaar). Rizwan menyukainya dan selalu datang ke salon tempat Mandira bekerja.


Istri Zakir, Haseena (Sonya Jehan), adalah seorang dosen psikologis dan dia yang pertama kali mendiagnosis Rizwan menderita Asperger’s syndrome. Dia memberikan Rizwan handy came agar dia tidak takut pada tempat-tempat baru. Handycame itu tidak hanya berguna untuk mengatasi ketakutannya, tapi dia gunakan juga untuk merekam Mandira saat sedang bekerja. Rizwan meminta Mandira memotong rambutnya dan saat itu dia mengatakan, “Marry me”. Mandira terkejut dan menganggap Rizwan hanya bercanda, tapi dia terus mengatakannya berulang-ulang sampai Mandira kesal dan memberikan syarat padanya untuk menemukan satu tempat di San Francisco yang belum pernah dia kunjungi.


Sameer (Sam) mulai menyukai Rizwan saat mereka pergi ke museum dan Rizwan berhasil memenangkan kuis dengan menebak nama binatang sebanyak-banyaknya. Kemudian Rizwan bersama Madira dan Sam mengunjungi tempat-tempat yang dia janjikan pada Madira, namun semua tempat yang mereka kunjungi sudah pernah Madira kunjungi sebelumnya. Sampai suatu hari Rizwan mengajak Madira keluar dan melihat kota San Francisco dari atas bukit yang tertutup awan lalu pelan-pelan awannya menghilang menunjukan kemegahan kota. Madira tersentuh dan mau menikah dengan Rizwan. Ekspresi Rizwan saat itu tampak dipaksakan dan menjadi sangat menggelikan, sepertinya Shahrukh Khan berusaha keras menahan luapan kegembirannya mengingat perannya sebagai penderita Asperger’s syndrome.

Madira dan Rizwan menikah tanpa persetujuan Zakir. Dia hanya ingin adiknya menikah dengan orang beragama Islam, sedangkan Madira beragama Hindu. Meskipun Zakir tidak setuju, pernikahan tetap berlangsung dan Haseena datang merestui mereka. Mereka tinggal di kota Banville, bertetangga dengan keluarga Garrick. Mereka hidup harmonis, Madira membuka salon sendiri dan Rizwan berhasil menjadi ayah yang baik sekaligus teman terbaik bagi Sam Khan (membawa nama belakang ayahnya).

Namun serangan WTC pada 11 September yang berkaitan dengan perang Afghanistan dan agama Islam merubah segalanya. Rizwan dan Madira mengunjungi keluarga Garrick yang kehilangan anggota keluarganya akibat serangan WTC. Rizwan menggunakan baju koko serba putih dan membaca surat Al-Fatihah diantara orang-orang yang membawa lilin yang beragama Kristen. Orang-orang disekitarnya menghindar dan memnadang sinis kearahnya. Reese anak dari keluarga Garrick, yang juga sahabat Sam, juga menjauhi Sam. Di sekolah Sam dikucilkan dan dikerjai teman-temannya karena memiliki nama belakang Khan.

Rizwan memberikan Sam sepatu, namun Sam sedikit kesal karena kejadian di sekolahnya. Tak lama kemudian dia meminta sepatunya dan meminta maaf karena telah membentak. Keesokan harinya dia menggunakan sepatu itu. Dia menemui Reese memintanya berteman kembali, tapi terjadi perdebatan diantara mereka di lapangan sepak bola. Hal itu menarik perhatian siswa senior dan ikut menghajar Sam. Sam tidak terima dirinya terus disalahkan karena kejadian 11 September itu. Reese mencoba melerai tapi anak yang lain memegangnya. Sam menendang bola dan mengenai kepala salah satunya. Dan anak itu menendang balik tepat ke jantung Sam. Hal itu menyebabkan Sam meninggal.


Madira sangat tertekan dia menyesal karena menikahi seseorang yang memiliki nama Khan. Dia juga terus mencari tahu siapa yang membunuh anaknya. Sedangkan Reese terus menutup mulut karena diancam siswa senior. Madira meminta Rizwan pergi. Saat adegan ini Kajol beracting optimal, dia meluapkan kesedihannya di tengah lapangan tempat Sam meninggal. Dia berteriak pada Rizwan dan merasa lebih baik mati. Rizwan yang panic memintanya jangan mati. Lalu Madira mengusir Rizwan dan dia baru boleh kembali setelah mengatakan pada Presiden dan semua warga Amerika kalau yang bernama Khan bukan teroris dan Sam bukan teroris. Dia tidak bersalah..

Rizwan pun pergi menggunakan sepatu Sam dan melakukan perjalanan menemui Presiden.


Alur maju-mundur dalam film ini tidak begitu menganggu karena flash back ditempatkan di sela-sela perjalanan Rizwan. Banyak orang yang dia temui dari mulai sepasang muslim yang enggan sholat karena menyesuaikan diri dengan orang disekitarnya yang bukan muslim, pemilik penginapan yang diserang oleh berandalan karena dia orang India dan dikira muslim, hingga seorang anak Afrika-Amerika, Joel, yang tinggal di Wilhemina, Georgia. Dia tinggal di rumah Joel dan Mama Jenny. Adegan yang menyedihkan saat Rizwan bercerita tentang Sam di Gereja Wilhemina. Dia menceritakan apa adanya dan membuat orang-orang, yang juga kehilangan anak dan saudara akibat perang, meneteskan air mata. Rizwan tidak bisa berkata lagi. Dia tidak bisa menangis meskipun hatinya sangat sakit. Joel melengkapi suasana itu dengan menyanyikan lagu We Shall Overcome dan Rizwan bergumam lagu very Indianya Honge Kaamyaab yang pernah dinyanyikan dengan Madira. Semua orang di gereja berdiri dan bernyanyi untuk Rizwan. “We shall overcome, We shall overcome, We shall overcome, some day. Oh, deep in my heart, I do believe. We shall overcome, some day.”


Rizwan melanjutkan perjalanan, sebelumnya dia gagal menemui Presiden, sehingga kini di Los Angeles dia memprediksi jalur yang akan dilewati Presiden. Dia berdoa terlebih dahulu di mesjid, disana Faisal Rahman (Arif Zakaria) sedang berpidato dan menyerukan untuk melawan bangsa Yahudi. Rizwan menentangnya dan melemparkan kerikil sambil meneriakan kata setan pada Faisal Rahman. Rizwan menghubungi FBI dan mengatakan kalau disana ada teroris, tapi mereka tidal merespon. Saat Presiden Bush datang, dia menerobos kerumunan orang sambil meneriakan “My name is Khan and I am not a terrorist!” Seorang reporter merekam Rizwan dan sadar apa yang dikatakannya, namun orang disekitarnya mengira kalau dia teroris. Rizwan ditangkap dan diletakan di sel yang sewaktu-waktu suhunya berubah dari panas hingga dingin seperti dalam lemari es.


Reporter magang yang merekam Rizwan penasaran dengan pernyataannya dan dia yakin pria bernama Khan itu bukan teroris. Di medianya rekaman itu ditolak, sehingga dia meminta tolong pada Reporter senior untuk menayangkannya. Zakir dan Haseena diwawancarai, mereka menjawab pertanyaan mengenai alasan Khan melontarkan pertanyaan itu. Lalu hal itu menimbulkan empati dan dukungan dari berbagai pihak. Rizwan pun dibebaskan. Kepolisian melacak rekaman suara saat Rizwan menghubungi FBI dan menangkap Faisal Rahman.


Saat Rizwan akan keluar kantor polisi dia mencium parfum Madira. Dia berlari ke pintu belakang mengikuti aroma istrinya dan melihat Madira yang akan naik taksi. Dia merasa tenang saat melihatnya lagi, tapi belum bisa kembali karena belum menepati janjinya. Di toko barang elektronik dia melihat tayangan mengenai badai yang melanda Wilhemina, Georgia. Dia mengkhawatirkan Mama Jenny dan Joel, sehingga dia menunda perjalanannya. Banjir setengah badannya tidak membuatnya menyerah, semua rumah telah hancur dan telah banyak korban yang meninggal. Dia menuju gereja dan menemukan semua orang berkumpul disana dalam keadaan yang memprihatinkan. Untunglah Mama Jenny dan Joel selamat. Mama Jenny terkejut melihat Rizwan datang, dia menyuruhnya pergi karena disana sangat berbahaya. Tepat saat itu atap gereja roboh dan Rizwan memperbaiki semuanya. Hanya satu yang tak bisa Rizwan perbaiki, yaitu nyawa seseorang.

Reporter menemukan Rizwan di Georgia lalu menayangkan liputannya. Semua orang yang berempati pada Rizwan datang berbondong-bondong membawa bantuan untuk warga Wilhemina yang selama ini terpinggirkan karena berkulit hitam. Salah seorang senat berkulit hitam menonton tayangan itu dan kagum pada kegigihan dan ketulusan Rizwan. Di waktu yang sama, Reese memberitahu Madira tentang pelaku yang membunuh Sam. Reese dan siswa senior di sekolahnya ditahan polisi. Sarah (Katie A. Keane), ibu Reese dan juga sahabat Madira, meminta padanya untuk memaafkan Rizwan. Dia mengatakan “I’ve lost my husband, so don’t lose him.” Maka Madira pergi Georgia untuk menemuinya. Saat mereka bertemu, seorang pengikut Faisal Rahman datang dan menusukan pisau di perut Rizwan. Rizwan segera dirawat di Rumah Sakit, ditemani Madira. Saat Rizwan sadar, Madira menyuruhnya berhenti menemui Presiden. Tapi Rizwan mengatakan kalau dia selalu menepati janji.

Rizwan akhirnya dapat bertemu dengan presiden yang baru, seorang senat berkulit hitam yang mengaguminya, Barack Obama (Christopher B. Duncan). Dia berkata pada Rizwan, “Your name is Khan and you are not a terrorist”.

Film ini mengandung banyak pesan. Selain kegigihan seorang penderita Asperger’s syndrome dalam menepati janjinya. Jika ingat pesan ibunya Rizwan, di dunia ini hanya ada dua macam orang yaitu orang baik dan orang jahat, maka kita tinggal memilih akan menjadi orang macam apa? Dan tentunya setelah menonton film ini kita memilih menjadi orang baik yang disenangi dan dikagumi banyak orang seperti Khan. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada perbedaan antara agama, ras, suku, atau warna kulit karena kebaikan bisa kita lakukan pada siapa pun. Fim ini juga membuktikan kebenaran pernyataan ‘di balik kekurangan selalu ada kelebihan’, dan Rizwan Khan memiliki kelebihan otak yang encer dan hati yang tulus.

Karan Johar memberikan warna yang berbeda pada film ini, tiga film sebelumnya yaitu Kuch Kuch Hota Hai (1998), Kabhi Khushi Kabhie Gham (2001), Kabhi Alvida Naa Kehna (2006) dan film-film Bollywood lainnya selalu ada tarian dan lagu dengan latar yang berubah-ubah dari mulai taman berbunga, pepohonan, kolam, sampai basah-basahan. Tapi film ini sangat berbeda! Semua natural dan tidak ada perubahan latar dan music yang drastic. Ada saat Kajol dan Shahrukh Khan menari dengan pengamen sambil memberikan buah dan itu sangat singkat. Saat Kajol dan Shahrukh Khan berada dalam satu frame mereka lebih sering memberikan kesan yang lucu, mungkin karena Shahrukh Khan menjadi penderita Asperger’s syndrome atau karena Karan Johar yang mengurangi kesan romantic di film ini. Meskipun berbeda, film ini menjadi dapat dinikmati oleh siapa pun, tidak hanya pencinta Bollywood.

Pasangan Kajol dan Shahrukh Khan menjadi pasangangan yang fenomenal, selain di film ini mereka juga pernah berpasangan di film Dilwale Dulhania Le Jayenge (Dir. Aditya Chopra -1995), Kuch Kuch Hota Hai (Dir. Karan Johar - 1998), Kabhi Khushi Kabhie Gham (Dir. Karan Johar - 2001). Pasangan paling romantic ini telah merebut hati penonton sejak awal, acting mereka juga tidak diragukan lagi karena selalu maksimal dan natural. Peran Shahrukh Khan di film ini memang lebih sulit, namun Kajol dapat mengimbanginya sehingga Shahrukh Khan tidak terlihat terlalu aneh, malahan dia tampak luar biasa.

Meskipun film bertema autis bukan satu-satunya dimiliki My Name is Khan, namun film ini mengandung pesan yang sangat menyentuh. Film lainnya yang bertema autisme adalah Tom Hanks is Forrest Gump, Rainman, dan I am Sam. Ketiga film itu memiliki cirri khas sendiri dan pemerannya juga berhasil menampilkan perannya dengan sangat baik. Tom Hanks dalam film Forrest Gump menjadi orang ber IQ 75 yang memiliki kelebihan berlari sangat cepat melebihi orang normal. Dustin Hoffman dalam Rain Man merupakan sarjana autis yang cacat dan film ini terinspirasi dari kisah nyata Kim Peek. Sedangkan Sean Penn dalam I am Sam adalah seseorang yang berusia 40 tahun tapi sikapnya seperti anak kecil berusia 7 tahun. Dari ketiga peran tersebut hanya Shahrukh Khan lah yang tidak terlalu menonjolkan autismenya. Dia memang berbeda dari orang normal, tapi dia memiliki kehidupan normal. Lagi pula jalan cerita di film ini juga tidak terlalu kompleks. Meskipun mengangkat banyak isu seperti Asperger’s syndrome, bentok Hindu-Islam di Mumbai, Tragedi WTC, diskriminasi agama Islam di Amerika, ras Afrika-Amerika yang terpinggirkan, hingga pergantian presiden Amerika, namun inti cerita dari film ini sangat simple yaitu perjalanan seorang ayah yang menderita Asperger’s syndrome untuk menemui Presiden dan mengatakan bahwa yang bernama Khan bukanlah teroris. Sedangkan film serupa yang mengisahkan perjalan seorang autisme dalam film “Forrest Gump” tampak lebih kompleks karena memiliki banyak kisah dari mulai dia kecil, menjadi tentara, menjadi atlet tenis meja, lalu bertemu kembali dengan teman kecil yang dia cintai, lalu wanita itu hilang dan dia mencarinya dengan berlari mengelilingi Amerika Serikat selama lebih dari tiga setengah tahun, saat menemukannya wanita itu memiliki anaknya dan kemudian mati karena virus. Sulit memahami inti ceritanya dan hanya seperti sebuah perjalan yang dramatis.

Jika dilihat berdasarkan sinematografinya, film ini banyak memunculkan tempat-tempat baru yang fresh. Dari mulai Mumbai hingga San Francisco. Setting desa terpencil di Wilhemina juga sangat bagus dan kontras dengan kota besar San Francisco. Apalagi view di atas kota San Francisco yang ditunjukan Rizwan pada Mandira, sangat indah dan romantis!

Penggarapan film ini pastilah tidak mudah, ada beberapa hal kecil yang kurang diperhatikan sutradara muda sukses ini, seperti ketakutan Rizwan pada warna kuning. Saat Rizwan tertinggal bis dan tak memiliki uang lagi dia membuat papan bertuliskan “Repair Almost Anything” yang berwarna kuning, entah karena pencahayaannya yang salah atau benar-benar papan itu berwarna kuning, tapi Karan mungkin lupa kalau Rizvan akan histeris ketika melihat warna kuning. Dan saat Riwan beberapa kali berada diantara kerumunan orang yang sudah pasti bising, penonton akan sedikit heran dan bertanya apa dia menggunakan penutup telinga seperti saat naik kereta listrik dengan Mandira? Pada awalnya sedikit saja kebisingan dan warna kuning bisa membuat Rizwan lari terbirit-birit atau menutup kuping panic, tapi lama kelamaan dia seperti biasa menghadapi semua itu. Atau ketakutan-ketakutan itu hanya untuk menguatkan fakta kalau Rizwan penderita Asperger’s syndrome? Lalu satu hal lagi mengenai Rizwan yang tidak bisa meluapkan emosi. Ada saat dia meneteskan air mata di rumah sakit, saat dirawat akibat luka tusukan pengikut Faisal Rahman, padahal saat kematian ibunya dan Sam dia sama sekali tidak menangis. Memang saat itu Shahrukh Khan telah melewati banyak rintangan untuk menepati janjinya dan dia juga terharu karena Mandira akhirnya ada disisinya lagi, tapi seharusnya dia ingat kalau dia adalah Rizwan Khan. Kecuali kalau ternyata cinta bisa menyembuhkan Asperger’s syndrome, maka semua ketakutan dan hal yang tidak biasa bagi Rizwan boleh saja tidak dimunculkan lagi. Tapi selebihnya film ini sangat bagus dan tak heran jika mendapatkan banyak penghargaan!

lihat trailernya disini
download film ini disini


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

Minggu, 03 Juli 2011

Film The Curious Case of Benjamin Button

|0 komentar
artikel ini adalah kelanjutan dari artikel film yang meng inspirasi hidup bagian kedua...
sobat dapat melihat artikelnya disini


The Curious Case of Benjamin Button

Cerita dimulai di sebuah rumah sakit New Orleans, pada bulan Agustus 2005, Orang tua Daisy di bangsal tempat tidur rumah sakit dengan anaknya Caroline. Daisy memulai cerita yang bernama clockmaker Gateau (Koteas) yang biasa di panggil Mr. Cake yang bertugas untuk membuat sebuah jam di stasiun kereta api di New Orleans. Setelah menerima berita kematian anaknya dimedan perang, dia bekerja siang dan malam hanya untuk jam saja, dengan sengaja dia merancang untuk waktunya mundur kebelakang, dengan harapan bahwa mereka akan membawa kembali orang – orang yang meninggal dalam perang.

Lalu Daisy meminta Caroline untuk membacakan dari buku harian yang berisi foto dan kartu pos yang ditulis oleh Benjamin Button ( Brad Pitt ). Caroline mulai membaca cerita sebagai transisi ke Benjamin sebagai titik cerita utama.

Suatu hari, pada tanggal 11 November 1918, orang dari New Orleans merayakan akhir Great War. Kemenangan dari Perang Dunia I, ada bayi laki – laki yang lahir dengan tampilan fisik seperti seorang lelaki berusia 80 tahun-an. Ibu bayi tersebut meninggal sesaat setelah melahirkan dan ayahnya ( Thomas Tombol ) membawa bayi itu dan meninggalkannya disebuah rumah panti jompo. Queenie ( Henson ) dan Tizzy ( Ali ), Pasangan Afrika dan Amerika yang bekerja di panti jompo, yang menemukan bayi itu. Berhubung Queenie tidak bisa mengandung, dia memutuskan untuk membawa bayi dan dianggap sebagai anaknya sendiri. Lalu diberi nama Benjamin.


Di cerita ini, Benjamin mulai tumbuh secara fisik lebih tua tetapi umur yang muda, lalu sekitar tahun 1930, disaat dia masih seperti umur 70 tahun-an, dia bertemu dengan seorang gadis muda bernama Daisy ( Fanning ), dia tinggal bersama neneknya di panti jompo. Disitu dia bermain bersama dan mendengarkan Daisy dari nenek membaca dari cerita Hikayat.

Beberapa tahun kemudian Benjamin bekerja di sebuah kapal penarik di dermaga New Orleans bersama Kapten Kapal Mike ( Jared Harris ). Mereka dalam waktu luang, kapten yang membawa dia ke hotel dan bar. Dan tentu saja permainan para pria dengan wanita nakal … Lokalisasi. Karena sang kapten kapal tidak percaya bahwa Benjamin tidak pernah bersama wanita sampai umur setua itu. Padahal Benjamin masih sangat muda tetapi fisik yang tua. Lalu untuk pertama kali nya, dia bertemu dengan Thomas Tombol, tetapi dia tidak memperlihatkan bahwa dia ayah dari Benjamin. Lalu, Benjamin meninggalkan New Orleans bersama awak kapal penarik untuk jangka panjang dalam perjanjian kerja. Oh iya, Sebelum meninggalkan New Orleans, Benjamin membuat janji dengan Daisy untuk menulis surat dan mengirim foto apabila Benjamin singgah di suatu tempat.


Suatu ketika di Rusia, Benjamin bertemu seorang wanita Inggris yang bernama Elizabeth Abbott ( Tilda Swinton ) dan akhirnya Benjamin jatuh cinta. Tetapi sayangnya Elizabeth sudah menikah dengan seorang mata – mata pemerintah Inggris. Suatu hari, pada tanggal 8 Desember 1941, saat hari serangan Pearl Harbor, Elizabeth menghilang dan meninggalkan Benjamin. Lalu meninggalkan catatan di balik pintu hotel dimana Benjamin tinggal dan isinya: “It was nice to have met you.”

Lalu Benjamin dan Kapten Mike beserta awak kapal berangkat Perang Dunia II. Tetapi tragisnya kapten kapal dan beserta awak lainnya tewas tertembak oleh kapal selam milik dari Jerman di Samudera Atlantik. Lalu Benjamin diselamatkan oleh tentara Laut Amerika Serikat.Di atas kapal, Benjamin melihat keanehan yang mana ada Capung ditengah laut yang terbang hingga sejauh sampai tengah samudera yang melambangkan semangat kapten kapal Mike yang masih hidup di hati Benjamin. Saya saja tertawa dan bahagia ketika kapten Mike tertembak, kata2 – nya bilang tembakannya telah merusak keindahan tatonya.Disitulah Benjamin melihat kematian dengan cara yang berbeda yang berbeda dengan kejadian di rumahnya ( Panti Jompo ) yang mana kematian nya lebih alami.

Tahun 1945, Benjamin kembali ke New Orleans dan kembali bertemu dengan Thomas Tombol yang sekarat. Thomas akhirnya mengatakan ke Benjamin bahwa dia ayah kandungnya dan berniat memberikan seluruh aset kekayaannya ke Benjamin, termasuk rumah dan keluarga Tombol pabrik. Lalu seketika Benjamin berubah menjadi orang kaya.


Disatu sisi, Daisy menjadi penari sukses di New York City. Daisy mencoba untuk merayu Benjamin tetapi dia menolak. Ketika Benjamin melakukan perjalanan ke New York untuk memenuhi undangan Daisy. Tetapi nasib berkata lain, Daisy telah jatuh cinta dengan teman seprofesinya. Kemudian, Daisy mengalami kecelakaan pada saat tour wisata di Paris. Seketika, karir tari baletnya berhenti total karena kakinya patah. Benjamin menerima berita itu dari salah satu temannya dan segera melakukan perjalanan ke Paris mencari Daisy. Daisy berkomentar untuk pertama kalinya setelah melihat Benjamin adalah “Anda Sempurna” yang berubah menjadi sosok orang yang muda, Tetapi Daisy berubah dan ingin Benjamin keluar dari hidupnya karena Daisy tidak ingin dilihat kondisinya saat itu oleh Benjamin. Kemudian Daisy menjalani terapi agar bisa berjalan kembali.

Pada tahun 1962, Benjamin kembali ke New Orleans dan bertemu dengan Daisy lagi. Mereka jatuh cinta kembali karena posisi mereka menjadi seumuran. Kemudian Benjamin menjual rumahnya yang diwariskan oleh Thomas Tombol dan pindah ke sebuah apartemen duplex dengan Daisy. Daisy memulai sebuah studio tari balet untuk anak – anak perempuan. Namun, setelah beberapa tahun kemudian, Benjamin berkembang tambah muda sedangkan Daisy tumbuh menjadi tua, dan saat itu Daisy melahirkan seorang bayi perempuan, bernama Caroline. Tetapi Benjamin merasa pesimis dan percaya tidak bisa menjadi “ayah” karena dia terus menjadi muda dan memutuskan meninggalkan Daisy dan meninggalkan harta benda dan aset untuk Daisy dan Caroline.

Sewaktu membaca ini, Caroline baru menyadari bahwa ayah sebenarnya adalah Benjamin. Saat itu juga, Caroline menjadi bingung kenapa membutuhkan waktu yang lama untuk memberitahukan. Tetapi pada akhirnya menemukan bahwa dia adalah Benjamin yang mengirim kartu pos saat Caroline setiap ulang tahun.

Benjamin menjadi lebih muda dan melakukan perjalanan ke berbagai negara di seluruh dunia. Pada tahun 1980, dia kembali sekali lagi, seperti umur 25 tahun dia bertemu lagi di Daisy studio tari. Pada saat itu Daisy telah menikah dengan seorang duda dan saat itu Caroline berumur 12 tahun. Daisy memperkenalkan suaminya dengan Benjamin dan anak perempuannya sebagai teman lama keluarga. Daisy kemudian bertemu dengan Benjamin secara pribadi di hotel dan berbagi semangat mereka untuk satu sama lain. Saat itu, Daisy menjadi sangat tua untuk Benjamin. Tetapi Benjamin terus tumbuh sampai muda dan ke tahap proses remaja. Lalu Daisy pindah ke rumah sakit swasta di mana Benjamin dibesarkan dan bertemu dengan Benjamin, alangkah terkejutnya bila saat itu Benjamin seperti umur 8 tahun. Dan dengan sabarnya Daisy merawat Benjamin seperti anaknya sendiri.


Pada tahun 2002, jam kereta itu ditutup. Lalu setelah itu pada musim semi tahun 2003, Benjamin yang berubah menjadi seorang bayi meninggal di pelukan Daisy. Kemudian Daisy mengatakan untuk melihat kedua bola matanya yang dia ingat., tahun 2005, dikamar rumah sakit itu, Caroline ingin mengecek kondisi terakhir akibat badai Topan Katrina, Karena cerita di buku diary telah selesai. Caroline meninggalkan Daisy sendirian, setelah ingin melihat Benjamin untuk terakhir kalinya dan melihat Capung terbang di dekat jendela ( seperti Benjamin melihat waktu di tengah samudera Atlantik ) merupakan simbol roh setelah kematian. Daisy meninggalkan dunia untuk selama – lamanya.


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

film Bravveheart

|0 komentar
artikel ini adalah kelanjutan dari artikel film yang meng inspirasi hidup bagian kedua...
sobat dapat melihat artikelnya disini


 film Bravveheart




Brave Heart yang dibintangi aktor kawakan sekaligus sutradara Mel Gibson, merupakan sebuah film epik megah yang menunjukkan perjuangan rakyat Skotlandia pada abad 14 yang demi kemerdekaan menentang pemerintah Inggris.

Film bertema demikian mudah terjebak dalam kejenuhan, akan tetapi Mel Gibson dengan gaya seninya yang unik, berhasil membentuk figure seorang pahlawan nasional yang utuh, sentimental, berjiwa ksatria dan berperi-keadilan. Kegigihannya telah membuat film tersebut memperoleh beberapa penghargaan Oscar yang memiliki nilai seni tinggi.

Sesudah sang ayah dibunuh tentara Inggris beberapa tahun sebelumnya, Wallace balik ke kampung halaman, ia kemudian menikah diam-diam dengan gadis tetangga yang cantik bernama Helen serta melewatkan hari-hari yang tenang dan bahagia. Di atas tanah pegunungan Skotlandia yang memesona dan dengan latar belakang musik alunan alat musik khas bangsa Skotlandia yang terkesan lembut, indah dan syahdu, mengiringi dua orang muda-mudi menunggang seekor kuda berjalan dengan perlahan.

Namun pemandangan indah tersebut tidak berlangsung lama, suatu hari pasukan Inggris tiba-tiba menyerbu masuk halaman rumah mereka, menculik dan membunuh Helen yang bersumpah tidak mau menyerah.


Wallace memimpin pasukan Skotland bangkit berontak untuk membalas dendam kepada musuh. Proses perjuangan yang penuh derita, keberanian dan kecerdasan Wallace memperoleh respek dari orang-orang, bahkan utusan raja Inggris Edward, selir raja Isabel (Sophie Marceau) juga bertekuk-lutut oleh kejantanannya yang gagah perkasa dan bersedia membantunya secara diam-diam, bahkan cinta telah bersemi, dia mengatakan: "Aku mengagumi spirit kebanggaan di dalam sorot matamu".

"Setiap orang pasti mati, tetapi tidak setiap orang pernah benar-benar hidup." (Every man dies, not every man really lives.) Perkataan Wallace ini, telah menunjukkan sebuah pandangan hidup seorang pahlawan. Pasukan Inggris yang ia hadapi selain kuat, bahkan terbiasa menggunakan cara-cara keji, lagipula bangsawan Skotland sebagai pasukan persekutuan egois dan lemah.


Wallace selalu bertempur di garis paling depan dengan gagah berani, akhirnya karena tak kuasa melawan musuh yang lebih banyak, setelah terluka ia tertangkap pasukan Inggris. Raja Inggris Edward yang penyakitnya tak tertolong lagi tapi demi membuat jera lawannya, ia memutuskan menghukum mati Wallace. Namun ia masih berharap sebelum ajal mendengar Wallace memohon pengampunan.

Pemandangan eksekusi mati selamanya sangat brutal dan menakutkan, Mel Gibson di dalam penanganan shooting "brave heart" terkesan sangat canggih. Kereta tawanan mengangkut Wallace dengan kedua tangan terikat menuju arena kematian, para penonton yang berkerumun mendadak sunyi. Dua algojo kekar membawa Wallace ke podium pemancungan, pejabat pengawas eksekusi memamerkan kepadanya kapak dan golok yang memancarkan sinar kemilau dingin.

Mimik Wallace tenang. Kemerdekaan bangsa dan kebebasan rakyatnya adalah keyakinannya. Kini, detik-detik pengorbanan diri telah tiba. Sorot matanya tiba-tiba terfokus pada seorang anak perempuan berusia 4-5 tahun di bawah podium, wajahnya agak dekil dengan rambut awut-awutan.


Kematian diri sendiri, bukankah justru demi anak-anak ini dapat hidup dengan bahagia? Ia pernah mengatakan kepada kawan seperjuangan sebagai berikut: "Jika berperang, kalian mungkin bisa mati. Jika melarikan diri, minimal masih bisa¡K.hidup lebih lama sedikit. Tahun berlalu, hingga usia berakhir, relakah kalian? Begitu banyak hari-hari dimana hidup dengan menanggung hina, gantilah dengan sebuah peluang, hanya sebuah peluang saja. Kembali ke sini, katakan kepada musuh kita, barangkali mereka bisa merenggut nyawa kita, namun mereka selamanya tidak dapat merebut kebebasan kita (They may take our lives, but they’ll never take our freedom)"

Terdengar pejabat pengawas eksekusi membentak: "Asalkan kamu mengakui telah berkhianat kepada raja dan memohon kemurahan hatinya, maka bisa mengampunimu." Hati Wallace tak tergerak. Perintah diturunkan, seutas tali kasar dilingkarkan di lehernya, ia lalu diangkat ke atas, nyaris tercekik, tapi tak keluar sepatah katapun.

Tak lama kemudian, jeratan dilonggarkan, ia terbanting dengan keras di atas tanah. Lalu para algojo mengikat kedua ujung tangan dan kakinya serta ditarik ke arah berlawanan, kita samar-samar mendengar suara gemeretaknya tulang merekah. Mimik para penonton di seputar podium potong kepala beraneka ragam, dari sikap menonton keramaian pada awalnya berubah ke kengerian dan iba, merekapun terus menerus memohon untuknya: "Mohon pengampunan, mohon pengampunan!"

Kamera diubah arahnya: Nafas raja Inggris Edward sudah payah, ia berbaring di atas ranjang, dengan tatapan kosong menanti permohonan pengampunan dari Wallace. Sang selir Isabel memohonkan pengampunan kepada Wallace, sang raja dengan wajah bengis menolaknya. Si selir tahu sudah tak ada harapan, dia dengan air mata berlinang satu kata demi satu kata mengatakan kepada raja yang sedang sekarat tersebut: "Di perutku terkandung keturunannya dan anak ini akan menjadi raja masa mendatang."

Kamera dikembalikan ke sisi lain. Badan Wallace mengejang, tengkuk dan wajahnya dihajar sehingga penuh luka, ia masih saja bertahan. Pejabat pengawas hukuman kehilangan akal, ia memerintahkan para orang kekar mengikat empat anggota tubuh Wallace di atas podium pemotongan kepala. Mereka menggunakan pisau lengkung memotong bajunya dan dadanya.....massa penonton mengeluarkan suara terkejut dan ketakutan, kawan seperjuangannya yang berada di dalam kerumunan juga diam-diam memohon agar ia jangan lagi bertahan.

Ternyata, bibir Wallace bergetar seolah hendak bersuara. Pejabat pengawas hukuman menyambut dengan gembira, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk berhenti dan berupaya mendengar permohonan pengampunan Wallace. Pada adegan khusus itu terlihat: jakun Wallace bergerak-gerak, bibirnya bergetar, dengan mengandalkan kekuatan terakhirnya, ia berteriak dengan lantang: "Kebebasan (freedom)!" Energi teriakan tersebut seolah hendak menelan cakrawala langit, dengan dahsyatnya menggetarkan sanubari kita. Oh Tuhan, suara terkuat yang bisa dikeluarkan umat manusia, tak ada yang melebihi ini.

Di dalam teriakan menggelegar itu, Edward si raja sekarat menghembuskan nafas terakhir. Pejabat pengawas hukuman pupus tuntas harapannya, ia diam-diam menggelengkan kepala dan memberi tanda untuk action kepada sang algojo.

Selanjutnya adalah sebuah rekaman slow motion hasil karya sang master: kapak tajam yang berkilauan terayun melengkung di udara dengan perlahan, diiringi suara musik latar yang bergelora bercampur lembut nan indah, Wallace yang semula menadah ke langit menoleh ke arah kerumunan massa, sebuah bayangan yang dikenalnya berkelebat melewati massa, dengan entengnya berjalan menyongsong, ia dengan jelas melihat wajah tersenyum Helen sang istri.....kapak tajam menghunjam, sapu tangan di genggaman kuat Wallace terbang melayang-layang, itu adalah surat cinta sang istri.

Persis dengan Puisi Whitman: "Di tempat yang terdapat lelaki dan perempuan, para pahlawan senantiasa mengejar kebebasan."

Betul, kebebasan. Di dalam teriakan Wallace yang tak gentar oleh kematian, kita telah menyaksikan kebebasan. Teriakannya telah membangkitkan lebih banyak orang lagi untuk berjuang demi kebebasan.

Selamanya tidak ada kebebasan yang diberikan cuma-cuma oleh penguasa lalim, hanya melalui pengorbanan baru bisa meraih kebebasan. Pada masa berlainan, negara berbeda, musuh dari kebebasan kemungkinan ada 1000, padahal kebebasan hanyalah satu: Kebebasan Wallace dengan kebebasan Anda dan saya adalah sama. Sementara ada orang yang menyegelnya, membetotnya, merusaknya, menghinanya, mengucilkannya, namun siapapun tidak akan mampu mengubah sebuah realita: kebebasan ada di dalam dasar jiwa kita.

lihat trailer film ini disini


Full Metal Jacket

The Prestige (Perang dalam Dunia Sulap)

A SONG FOR A RAGGY BOY

Stray Dog

The Book of Eli

CITY OF LIFE

NINE

MICHAEL JACKSON – This Is It!

KING

GARUDA DI DADAKU

Valkyrie

ELEGY

Atonement

Seraphim Falls

Gran Torino

THE PAINTED VEIL

LA NIÑA SANTA

Ennui

The Messenger

HOSTEL

REDACTED (2007)

IRON MAN

Film Atonement

Dororo

The Last King of Scotland

Denias

Seraphim Falls

X-Men: The Last Stand

NOBODY KNOWS

SILENT HILL

CAPOTE

The Pool

Dog Soldiers

The Hours

Final Destination 2

Catch Me If You Can

The Prestige

road to perdition

The Notebook

i am sam

DRAGON ZAKURA

Saur Sepuh

BROKEBACK MOUNTAIN

The Green Mile

The Vampire Assistant

A Walk To Remember

August Rush (2007)

Legends Of The Fall

Fireproof

the Last Samurai

The Mighty

Saving Private Ryan

review film Life is Beautiful

review film Schindler's List

review film Surat Kecil Untuk Tuhan

sweet home alabama

Never Been Kissed

review film closer

Pay it Forward

1 Litre of Tears

Hachiko: A Dog's Story

lihat kasihan banget ni orang

|1 komentar
dasar orang bego dan gak punya belas kasihan..
beraninya cuma sama orang yang udah tua dan gak berdaya..
lihat kelakuan orang ini ...dia dengan PDnya ngehajar pengemis tua dasar orang gak pnya hati nurani
saya sendiri ngerasa kesel banget ngeliat foto ini...

yuk kita sama2 lihat...jangan lupa tinggalin komentar dan pendapat kalian ....








beraninya nindas orang yang lebih lemah