Rabu, 19 Oktober 2011

3 Idiots

3 Idiots


Di India, ada sebuah tradisi bahwa setiap anak yang baru lahir akan langsung dicap untuk memiliki status. Misalnya anak laki-laki, maka ia harus menjadi insinyur (engineer), sementara jika anak perempuan maka harus menjadi seorang dokter. Orangtua mengorbankan segalanya untuk pendidikan, sehingga diharapkan mencapai puncak kesuksesan.Ada tiga siswa Teknik kenamaan di India. Farhan (R. Madhavan), Raju (Sharman Joshi) dan Rancho (Aamir Khan) yang menyadari bahwa masa depan mereka tidak benar-benar tertulis dalam buku-buku teknik. Yang lebih penting justru mengejar mimpi.


Sekolah teknik ini dipimpin oleh rektor yang ortodoks, kolot, keras kepala, tak punya belas kasihan yang bernama Viru. Alhasil, ia jadi banyak siswanya yang membencinya. Di tambah lagi dengan keberadaan Chatur Ramalingam, atau yang dipanggil silencer teman sekelasnya yang menyebalkan dan menghalalkan beragam cara untuk menjadi nomor satu di kampus. Dalam satu kesempatan, Chatur dipermalukan Rancho di depan Viru dan teman-teman sekampusnya. Alhasil, Chatur menantang tak cuma Rancho tapi juga Farhan dan Raju bahwa 10 tahun ke depan, ia akan lebih sukses di banding mereka. Chatur benar, ia memang lebih sukses dari Raju dan farhan. Hanya saja tidak diketahui nasib Rancho. Chatur, Raju dan Farhan pun mencari keberadaan Rancho yang dianggap sebagai mahasiswa luar biasa di kampus. Mereka menemukan Rancho, tapi bukan Rancho teman kuliah. Mereka justru menemukan Rancho yang tinggal di puncak gunung dengan menjadi guru bagi anak-anak kecil. Chatur merasa menang. Tapi ia tidak tahu, ada hal lain yang luar biasa yang tidak ia sadari.


Film ini memang layak ditonton. Ada banyak cerita inspiratif yang terdapat didalamnya. Mulai dari suka duka saat masuk sekolah teknik, hingga cerita persahabatan sebuah teman. Banyak pesan moral yang diambil didalamnya. Teman bisa menjadi sangat berharga ketika mereka mampu mendorong Anda menuju potensi yang lebih besar. Menjadi lebih berkembang. Suka duka persahabatan mereka bertiga tertuang bagus dalam film ini. Kelucuan-kelucuan juga banyak terjadi. Cerita bagaimana keusilan mereka ketika di sekolah.


Idiots vs Smarts

Ada hal menarik disini yaitu ketika Rancho suruh menjelaskan mengenai definisi dari sebuah mesin. Rancho menjelaskan dengan kata-kata yang sederhana. Orang awan mudah mengerti tidak begitu rumit. Namun Dosen tersebut malah mengecap Rancho sebagai idiot. Sebaliknya Chatur malah menjelaskan dengan bahasa keteknikan tingkat tinggi sehingga dosen begitu memujinya. Menurut saya, orang yang pintar itu orang yang bisa menjelaskan dengan mudah sehingga orang awam begitu memahami. Sebenarnya makna intinya sama dari definisi antara Ramcho dengan Chatur. Namun saya lebih menganggap definisi yang sederhana itu yang definisi cerdas.

Space Pen vs Pencil

ini merupakan salah satu kisah menarik dari film ini. Pada adegan pembukaan mahasiswa baru oleh rektor Viru. Dalam sambutannya kepada mahasiswa baru, sang dosen mengkisahkan tentang kehebatan sebuah space-pen yang dimilikinya, Ia wariskan jika ia menemukan seorang engineer yang Istimewa. Namun selama 32 tahun ia belum menemukan seorang yang akan diberikan bolpen tersebut. Rektor tersebut menjelaskan bahwa untuk membuat bolpen yang dapat menulis diluar angkasa NASA perlu mengeluarkan anggaran yang luar biasa besarnya. Namun pernyataan rektor tersebut terpecahkan ketika Rancho bertanya dengan memberikan usul yang sederhana, “Kenapa tidak menggunakan pensil saja“. Sebuah anekdot yang belum bisa dijawab sang dosen pada saat itu. Sampai di akhir cerita di saat menjelang ujian terakhir, si dosen baru bisa memberikan jawabannya tentang perlunya seorang engineer dalam merancang bolpen tersebut sehingga dapat mengurangi potensi bahaya pensil di ruang angkasa dan diakhiri dengan memberikan space-pen itu pada Rancho.

Kisah Mahasiswa Teknik

Dalam film ini menceritakan tentang sulitnya dalam sekolah di Teknik. Tekanan dari tugas dan akademiknya. Hingga ada mahasiswa dalam film ini yang tugas akhirnya ditolak oleh rektor tersebut sehingga dia akhirnya bunuh diri. Mungkin cerita ini hampir sama dengan kondisi saya ketika kuliah di teknik. Tapi tenang saja, tidak sampai bunuh diri kok. Dimana tugas dan responsi begitu banyak. Sampai seharian tidak tidur. :D

Sindiran Sistem Pendidikan

Film ini juga menyindir mengenai kondisi sistem pendidikan yang ada. Pendidikan yang saat itu hanya mementingkan persaingan dan nilai-nilai akademis sehingga hal ini memacu seseorang menjadi individualis. Menjadikan seseorang lebih egois.Hanya mementingkan ijasah-ijasah. Sehingga untuk menjadi anak didik yang baik itu harus diajari bagaimana berfikir untuk mendapatkan kearifan. Berfikir untuk menjadi lebih baik. Istilahnya menjadikan kehidupan ini lebih baik dengan ilmunya.

Kata-Kata Inspiratif

Ada beberapa kata inspiratif yang saya suka dalam film ini.

Life is a race. If you don’t run fast, you’ll be like a broken egg of the cuckoo bird (ViruS)
If your friends fails, you feel sad. But if your friends come first, you feel even more sad
Chase exellence – success will follow (Baba Ranchoddas)
Two ways of topping exam: one is to get mark by yourself, or try reducing other’s marks (Silencer)
A for Apple, B for Ball, D for Donkey, L for Lucky
aal izz well = all is well

0 komentar:

Poskan Komentar